Walkability Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Cagar Budaya Kotagede, Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.36456/ncgvg588Keywords:
jalur pejalan kaki, kawasan cagar budaya, Kotagede, Walkability, YogyakartaAbstract
Kawasan Cagar Budaya Kotagede merupakan kawasan bersejarah dengan nilai budaya dan arsitektur tinggi yang juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan keagamaan, sehingga menuntut ketersediaan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat walkability jalur pejalan kaki di kawasan tersebut serta mengidentifikasi kondisi fisik yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada pejalan kaki, dengan analisis berdasarkan Global Walkability Index (GWI) yang mencakup variabel keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan daya tarik. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks walkability kawasan sebesar 39,97, termasuk kategori not walkable. Indikator perilaku pengendara mencatat nilai terendah, mencerminkan rendahnya kepatuhan memberi prioritas kepada pejalan kaki, sementara ketersediaan jalur pejalan kaki mencatat nilai tertinggi. Jalan Masjid Besar memiliki tingkat walkability tertinggi, sedangkan Jalan Mondorakan terendah. Temuan ini diharapkan menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur pejalan kaki yang aman, inklusif, dan selaras dengan pelestarian Kawasan Cagar Budaya Kotagede.
References
[1] A. P. Kurnianingtyas and M. F. L. Dahnyanto, “Penilaian Walkability Index Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Kota Lama Semarang,” Reka Ruang, vol. 6, no. 2, pp. 85–100, 2023, [Online]. Available: https://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/4003%0Ahttps://journal.itny.ac.id/index.php/rekaruang/article/view/4003/1838
[2] H. Krambeck, “THE GLOBAL WALKABILITY INDEX,” 2006.
[3] A. P. D. Anabokay and W. Nuryanti, “Persepsi Wisatawan terhadap Pengalaman Sensorik dalam Walking Tour di Kotagede,” Gemawisata J. Ilm. Pariwisata, vol. 21, no. 3, pp. 180–192, 2025, doi: 10.56910/gemawisata.v21i3.807.
[4] A. Setiadi et al., Kotagede Past & Present. Penerbit Cahaya Atma Pustaka, 2021.
[5] M. Salim, “15 Rekomendasi Tempat Wisata di Kotagede Jogja, Napak Tilas Jejak Mataram hingga Kuliner Legendaris,” Liputan6, 2025. [Online]. Available: 15 Rekomendasi Tempat Wisata di Kotagede Jogja, Napak Tilas Jejak Mataram hingga Kuliner Legendaris
[6] Tempo, “Mlampah Ing Kitha Ageng, Jalan Kaki Susuri Kotagede Sambil Belajar Sejarah,” Tempo, Yogyakarta, 2023. [Online]. Available: Mlampah Ing Kitha Ageng, Jalan Kaki Susuri Kotagede Sambil Belajar Sejarah
[7] P. Febriarto and N. Fidali, “Identifikasi Path Sebagai Bagian Penting Pembentuk Citra Kota Di Koridor Jalan Mondorakan Kotagede Yogyakarta,” Mintakat J. Arsit., vol. 23, no. 2, pp. 15–32, 2022, doi: 10.26905/jam.v23i2.7238.
[8] P. Febriarto and S. K. Nurhadi, “Identifikasi Path Pembentuk Citra Kota di Koridor Jalan Kemasan Kotagede Yogyakarta,” vol. 9, no. 2, pp. 84–99, 2024.
[9] AntaraNews, “Revitalisasi fasad Kawasan Cagar Budaya Kotagede dilanjutkan,” AntaraNews, Apr. 12, 2018. [Online]. Available: Revitalisasi fasad Kawasan Cagar Budaya Kotagede dilanjutkan
[10] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, 2019.
[11] S. Gota, H. G. Fabian, A. A. Mejia, and S. S. Punte, “Walkability surveys in Asian cities,” Clean Air Initiat. Asian Cities (CAI- Asia)., p. 20, 2010, [Online]. Available: http://www.ictct.org/migrated_2014/ictct_document_nr_663_102A Sophie Sabine Punte Walkability Surveys in Asian Cities.pdf
[12] M. F. Hafizh and G. Yudana, “Penilaian kualitas dengan walkability index pada jalur pejalan kaki ( studi kasus : koridor komersial Jalan Yos Sudarso , Kota Surakarta ) Quality assessment using walkability index on pedestrian path ( case study :,” vol. 19, 2024, doi: 10.20961/region.v19i1.66405.
[13] A. Jayanti, W. Sasongko, and I. N. Wijaya, “Jalur pejalan kaki di kawasan wisata makam bung karno,” Plan. Urban Reg. Environ., vol. 13, no. 0341, p. 246, 2024.
[14] M. A. Rifqi D, E. Basuki, and I. N. Suluh, “Tingkat Kepuasan terhadap Aspek Walkability Jalur Pejalan Kaki Kawasan Alun-Alun Kabupaten Gresik,” vol. 02, no. 01, pp. 11–26, 2025.
[15] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki, no. 07. 2023.
[16] NACTO, Urban Steet Design Guide. 2013.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Dinantian Trisafanda, Dwi Kunto Nurkukuh, Iwan Priyoga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










