Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana Di Gunung Kelud Kabupaten Blitar
DOI:
https://doi.org/10.36456/jpb.v1i2.2678Keywords:
Erupsi, Gunung Kelud, Jalur evakuasi, Kabupaten BlitarAbstract
Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.
References
Awotona, A. (1997). Reconstruction After Disaster: Issues and Practices. Aldershot: Ashgate.
B. Wignyosukarto. (2007). Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu dalam Upaya Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium 2015, Pidato Pengukuhan Guru Besar FT UGM.
Basyid, M. Abdul. (2010). Pengembangan Peta Rencana Kontijensi Bencana Gunung Api, Studi Kasus: Gunung Api Lokon. Jurusan Teknik Geodesi – FTSP Institut Teknologi Nasional, Bandung. LPPM Itenas No.4 Vol. XIV, Oktober – Desember.
Bachri, S., Utaya, S., Nurdiansyah, F. D., Nurjanah, A. E., Tyas, L. W., Purnama, D. S., & Adillah, A. A. (2017). Analisis dan Optimalisasi Potensi Lahan Pertanian sebagai Kajian Dampak Positif Erupsi Gunungapi Kelud 2014. Majalah Geografi Indonesia Vol. 31 No. 2, 33 - 43.
Cross, Jean. (1998). Study Notes SESC9211 Risk Management. University of New South Wales, Department of Safety Science. Sidney, Australia.
Firmansyah. (2011). Identifikasi tingkat risiko bencana letusan Gunung Api Gamalama di Kota Ternate. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Universitas Pasundan. Vol. 2 No. 3 Desember : 203 – 219
Nazir, Mohhamad (1988). Metode Penelitian. Ghalia. Jakarta.
Noor,Djauhari. (2011). Pengantar mitigasi Bencana Geologi
Supriyono.P, Amanda. (2014). Seri Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana Gunung Meletus. Jogjakarta. ISBN 978-979-29-2325-4. Hal 173-174
Saaty. T. (1993). Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin, Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks, Pustaka Binama Pressindo.
UNISDR. (2009). Terminologi pengurangan Risiko Bencana.










