KESIAPAN MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN KECAMATAN DONGKO SEBAGAI CULTURE HERITAGE CITY

Authors

  • Ryski Dwi Pratowo Universitas Bhinneka PGRI
  • Rayinta Putri Kurniasanti Program Studi Arsitektur, Universitas Bhinneka PGRI, Tulungagung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36456/jpb.v4i1.6919

Keywords:

Culture Heritage City, Kesiapan Masyarakat, Wisata Desa, Kecamatan Dongko

Abstract

Pembangunan berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan sumber daya manusia dapat memberikan manfaat dan dampak yang lebih optimal. Perlu dilakukan penilaian terhadap kesiapan masyarakat terhadap keterlibatan pembangunan dan menjalankan berbagai program pembangunan Penilaian kesiapan masyarakat biasanya diukur melalui tingkat pengetahuan, kepemimpinan, bentuk upaya, dan sumber daya yang ada di masyarakat. Keberagaman seni, tradisi, ritual, dan produk kebudayaan menunjukkan Kecamatan Dongko memiliki potensi budaya yang besar sehingga layak untuk dikembangkan sebagai Culture Heritage City. Untuk mengimplementasikan pengembangan Kecamatan Dongko sebagai Culture Heritage City, dilakukan wawancara kepada responden kunci terhadap kesiapan masyarakat dengan menggunakan Community Readiness Model. Variabel yang digunakan meliputi usaha masyarakat, pengetahuan masyarakat mengenai usaha, kepemimpinan, kondisi masyarakat, pengetahuan masyarakat mengenai isu, dan sumberdaya terkait dengan isu. Hasil penilaian didapatkan skor rata-rata kesiapan masyarakat sebesar 4,16 yang berarti tingkat kesiapan di tahap confirmation/expansion. Tingkat kesiapan masyarakat ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat siap untuk mengembangkan wisata di desa dan siap untuk berpartisipasi aktif dengan memaksimalkan sumberdaya dan peran pemimpin.

References

Bappenas. (2009). Pokok-Pokok Penyelenggaraan Pembangunan Nasional. Jakarta.

Nurazizah, G. R., & Dasiharjo. (2019). Kesiapan Masyarakat Desa Wisata di Kampung Seni & Budaya Jelekong Kabupaten Bandung. Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 18 No. 2 Oktober 2018, 103-113.

Plested, B. A., Edwards, R.W., & Jumper-Thurman, P. (2006). Community Readiness: A Handbook for Successful Change. Fort Collins, CO: Tri-Ethnic Center for Prevention Research.

Ramadhan, F. L. (2015). Arahan Peningkatan Kesiapan Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Kawasan Industri Di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Tugas Akhir Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sundaro, H., & Yuliani, E. (2021). Kesiapan Masyarakat dalam Pemenuhan Kebutuhan Kepariwisataan sebagai Daya Tarik Wisata di Kampung Jawi, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 2 No. 2 Desember 2021, 11-22.

Utami, F. R., Wijayanti, W. P., & Dinanti, D. (2019). Penilaian Stakeholder Terhadap Kesiapan Masyarakat Desa Wisata Pujon Kidul. Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol. 11 No. 2 Desember 2019, 61-70.

Widyastuti, D. H., & Rosyidie, A. (2017). Kajian Kesiapan Masyarakat Kawasan Pantai Tanjung Kelayang Sebagai Masyarakat Wisata Bagi Pengembangan Pariwisata Belitung. Jurnal Ilmiah Pariwisata, Vol. 22 No. 2 Juli 2017, 86-100.

Downloads

Published

2023-10-18