Pengaruh Karakteristik Wilayah terhadap Penerapan Ilmu Titen di Kulon Progo
DOI:
https://doi.org/10.36456/jpb.v5i1.8129Keywords:
Kearifan lokal, karakteristik wilayah, Perubahan iklim, SDGs, Kulon ProgoAbstract
Ilmu titen merupakan kearifan lokal berupa kekayaan intelektual tradisional suku Jawa, berasal dari kata “niteni” yang berarti “mengamati”. Ilmu titen mengandalkan kepekaan terhadap tanda-tanda alam dalam menjalankan kegiatan pertanian. Namun, perubahan iklim mengancam kelestariannya. Pengkajian penerapan ilmu titen dengan karakteristik wilayah diperlukan untuk mengembalikan eksistensi ilmu titen. Kearifan lokal juga dinilai memiliki andil mewujudkan tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pemetaan serta analisis penerapan ilmu titen dengan karakteristik wilayah yang disesuaikan dengan kondisi perubahan iklim dan mengetahui relevansi penerapan ilmu titen dengan SDGs. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Kulon Progo, yaitu di Kapanewon Lendah, Kapanewon Samigaluh, Kapanewon Kalibawang dan Kapanewon Temon. Metode penelitian ini adalah wawancara mendalam untuk mendapatkan data tanda-tanda alam dan analisis crosstab untuk mengetahui korelasi karakteristik wilayah dengan penerapan ilmu titen. Hasil penelitian menunjukkan di daerah pesisir paling banyak menerapkan ilmu titen, sedangkan di daerah pegunungan paling sedikit dalam menerapkan ilmu titen.
References
Soetriono and A. Suwandari, “Pengertian dan sejarah perkembangan pertanian,” in Pengantar Ilmu Pertanian Agraris Agribisnis Industri, 1st ed., Malang: Intimedia, 2016, pp. 1-12.
R. Njatrijani, “Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang,” Gema Keadilan, vol. 5, no.1, pp. 16-31, Oct. 2018.
Misrita, “Sistem Penghitungan Waktu Masyarakat Dayak Ngaju,” in Seminar Menelusuri Sejarah Penanggalan Nusantara dala rangka Dies Natalis ke-62 FIB UGM, Yogyakarta, 2008, pp. 1-11.
Angie. (2021, Feb.27) A German Farmers Almanac or Bauernkalender [online]. Available: https://angiesweb.com/german-farmers-almanac or Bauernkalender/ [Accesed 29 Agustus 2023]
Sumintarsih and C. Ariani, “Pola pertanian,” in Kearifan Tradisional Masyarakat Pedesaan Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 1st ed., Jakarta: Direktorat Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film, 2007, pp. 93-113.
B. L. Handayani and D. C. Salsadillah, “Konstruksi Pengetahuan Masyarakat Tentang Ilmu Titen dalam Menghadapi Bencana Banjir Musiman di Desa Kademangan-Jombang,” Jurnal Pedidikan Sosiologi Undiksha, vol. 4, no.3, pp. 131-140, Nov.2022.
Y. Kurniawan and K. Soeparno, “Titen: Kearifan Tempatan Masyarakat Jawa Ketika Menghadapi Bencana Alam,” International Online Journal of Language, Communication, and Humanities, pp. 88-99, Nov.2021.
C. Ragil, A. Y. E. Pramana, and H. Efendi, “Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana di Wilayah Lereng Gunung Merapi Studi Kasus Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman,” Reka Ruang, vol.3, no. 1, pp. 10-18, 2020.
Y. Kusumayanti and Masroni, “Pengalaman Kelompok Tani: Untuk Adaptasi dan Mitigasi Terhadap Perubahan Iklim (Studi Kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Indramayu),” in Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta, Yogyakarta, 2015, pp. 360-363.
S. Sobirin, “Pranata Mangsa dan Budaya Kearifan Lingkungan,” Jurnal Budaya Nusantara, vol. 2, no. 1, pp. 250-264, Sep. 2018.










