PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI DAN KETERAMPILAN MEMASAK MELALUI WORKSHOP PANCAKE DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA GELANG

Authors

  • Rachmat Deni Pratama Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Wahyu Susiloningsih Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Naufal Chairul Dzaky Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Dwi Fatimatuz Zahro Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Maghfirotul Jannah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Satrio Nurasa Arif Wicaksono Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/h48fjj34

Keywords:

Stunting, edukasi gizi, pemberdayaan masyarakat, daun kelor

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di wilayah pedesaan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi dan keterampilan memasak ibu rumah tangga melalui pemanfaatan pangan lokal berupa pancake daun kelor (Moringa oleifera) sebagai menu alternatif padat gizi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, dengan 55 anggota PKK. Metode meliputi penyuluhan interaktif tentang pengertian, faktor risiko, dan pencegahan stunting; pengarahan higienitas dan keamanan pangan; demonstrasi teknik memasak; praktik berkelompok pembuatan pancake; serta penilaian organoleptik (rasa, aroma, tekstur, penampilan) dan rencana penerapan di rumah. Hasil menunjukkan partisipasi 100% dan capaian indikator keberhasilan rata-rata 88,75%. Peserta mampu menjelaskan kembali materi kunci, menyiapkan pancake sesuai standar resep, dan menyatakan kesiapan mengadopsi menu di rumah; penerimaan sensoris baik pada rasa dan tekstur, sementara warna bervariasi sesuai proporsi daun kelor. Program ini efektif sebagai intervensi kuliner berbasis komunitas yang murah, mudah direplikasi, dan berpotensi mendukung penurunan stunting melalui peningkatan asupan protein, vitamin, dan mineral pada tingkat rumah tangga.

References

Heluq, D. Z., & Mundiastuti, L. (2018). DAYA TERIMA DAN ZAT GIZI PANCAKE SUBSTITUSI KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ALTERNATIF JAJANAN ANAK SEKOLAH[Acceptability and Nutrient Content of pancake Substituted with Red Bean (Phaseolus vulgaris L) and Mo. Media Gizi Indonesia, 13(2 SE-Articles), 133–140. https://doi.org/10.20473/mgi.v13i2.133-140

Husna, R., & Sayekti, R. (2023). Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Literasi Informasi Pada Jurnal Ilmu Perpustakaan Terakreditasi Science Technology Index (SINTA). Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 7(1), 83–96.

Ludwinsky, R. H., Cavalhieri, A. E., Kujawska, M., Peroni, N., & Hanazaki, N. (2021). “If there’s no dill, the taste isn’t right!” A comparison of food plant knowledge between Polish and German descendants in the context of an imagined culinary community in Brazil. Journal of Ethnic Foods, 8(1), 9.

Rohman, A. N., & Rahmawaty, S. (2024). Literature Review. The acceptability of Moringa Leaf (Moringa Oleifera) enriched foods in Indonesia. AcTion: Aceh Nutrition Journal; Vol 9, No 2 (2024): June. https://doi.org/10.30867/action.v9i2.1588

Zungu, N., van Onselen, A., Kolanisi, U., & Siwela, M. (2020). Assessing the nutritional composition and consumer acceptability of Moringa oleifera leaf powder (MOLP)-based snacks for improving food and nutrition security of children. South African Journal of Botany, 129, 283–290. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.sajb.2019.07.048

Published

2026-01-24

Issue

Section

Articles PkM