EDUKASI PEMBUATAN SNACK NUTRASETIKA DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SEGALAMIDER KOTA BANDAR LAMPUNG

Authors

  • Ade Abiyyatun Mahdiyyah Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri https://orcid.org/0000-0001-9674-2858
  • Alfa Frista Arta Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri
  • Selvi Megawati Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri
  • Cut Syarifa Thursina Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri
  • Rachmi Nurkhalika Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri
  • Niken Feladita Program Studi Kimia Terapan
  • Shinta Wulandari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri

DOI:

https://doi.org/10.36456/penamas.vol9.no02.a10888

Keywords:

Moringa oleifera L. , Daun kelor, Nutrasetika, Snack sehat

Abstract

 

Daun kelor (Moringa oleifera L.) kaya metabolit sekunder seperti flavonoid, antosianin, tanin, alkaloid, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, dan antibakteri. Potensi ini menjadikan daun kelor sebagai bahan unggul untuk produk nutrasetika, termasuk inovasi snack sehat yang bergizi, aman, dan memiliki efek terapi. Mitra Mangga Dua, komunitas ibu rumah tangga di Kelurahan Segalamider, Kota Bandar Lampung, masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai pemanfaatan daun kelor dan pengolahan pangan fungsional. Pengembangan snack sehat berbahan daun kelor dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pangan bergizi sekaligus mendukung tujuan SDGs ke-3 dan SDGs ke-8. Produk ini juga berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah ekonomi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi pembuatan snack sehat daun kelor kepada komunitas Mangga Dua. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, mencakup penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 30,00% yang meningkat menjadi 96,66% pada post-test. Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0.004 (p < 0.05), menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional bernilai gizi dan ekonomis

Downloads

Published

2026-01-14