PENGUATAN LITERASI DIGITAL SEHAT DAN AMAN BAGI WARGA DI KELURAHAN HARJASARI
DOI:
https://doi.org/10.36456/penamas.vol10.no01.a11226Keywords:
literasi digital, pelatihan masyarakat, Kelurahan HarjasariAbstract
Evolusi teknologi digital di Indonesia menunjukkan peningkatan yang pesat dengan jumlah pengguna internet yang bertambah setiap tahun. Namun, pertumbuhan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital masyarakat yang berada pada nilai 44,53 dari 100. Rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital menyebabkan masyarakat rentan terhadap berbagai ancaman dunia maya seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, kebocoran data pribadi, dan perundungan siber. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi kelompok terfokus (FGD) di Kelurahan Harjasari, ditemukan bahwa sebagian besar warga belum memahami perlindungan data pribadi, verifikasi informasi, dan pencegahan kejahatan siber. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dirancang dalam bentuk pelatihan tatap muka yang diikuti oleh 15 peserta warga RT 02 RW 11 Kelurahan Harjasari pada 12 Januari 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan refleksi melalui kuesioner digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 57% peserta pernah menjadi korban kejahatan siber, seluruh peserta menyatakan tingkat pemahaman yang cukup hingga sangat baik setelah pelatihan, dan kepuasan mitra mencapai skor 4 dari 5 pada 12 indikator penilaian. Kegiatan ini membekali dan menghasilkan komunitas dengan pemahaman dan keterampilan empat pilar literasi digital yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital guna menciptakan ekosistem digital yang cerdas, produktif, dan inklusif.












