INTEGRASI DIGITAL WELLBEING: PENGUATAN KESEHATAN MENTAL DAN NASIONALISME DI ERA SMARTPHONE PADA REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.36456/penamas.vol10.no01.a11340Keywords:
Digital_Wellbeing, Kesehatan_Mental, Nasionalisme, Smartphone, RemajaAbstract
Perkembangan Penggunaan smartphone pada remaja berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan nasionalisme remaja. Rendahnya literasi digital serta tingginya paparan budaya global menjadi tantangan utama di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan digital wellbeing melalui penguatan kesehatan mental dan nasionalisme pada siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Metode menggunakan pendekatan partisipatif berbasis intervensi edukasi melalui workshop literasi digital kesehatan mental remaja, intervensi mindfulness dan manajemen stres, serta digital patriotism campaign. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-post test dengan instrumen kuesioner (IDASSY) literasi digital modul kesehatan mental dan nasionalisme. Hasil menunjukkan peningkatan literasi digital sebesar 25.9%, penurunan stres 30,8% dan kecemasan 28.7%, peningkatan regulasi emosi 24.3%, serta peningkatan nasionalisme 23.9%. Selain itu terjadi peningkatan partisipasi kegiatan kebangsaan. Program ini terbukti efektif dalam membentuk perilaku digital sehat, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta memperkuat karakter nasionalisme remaja.












