MODEL EKOSISTEM PENDIDIKAN BERHATI DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI DESA PARANGARGO

Authors

  • Yustina Ndung Universitas Merdeka Malang
  • Kridawati Sadhana Universitas Merdeka Malang
  • Margareta Tirtayasa Universitas Merdeka Malang
  • Lintang Ekka Billah Harisda Universitas Merdeka Malang

DOI:

https://doi.org/10.36456/penamas.vol10.no01.a11532

Keywords:

pendidikan inklusif, kompetensi guru, PBIS, empati, ekosistem pendidikan berhati

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Merdeka Malang di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang berfokus pada penguatan pendidikan inklusif dan peningkatan kompetensi guru melalui pendekatan psikologis berbasis Positive Behavioral Interventions and Supports (PBIS). Kegiatan ini melibatkan dua lembaga pendidikan: SLB Al-Qodiri Hamdana 2 dan SDN 1 Parangargo, dengan tujuan membentuk ekosistem pendidikan yang berempati, kolaboratif, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelatihan guru, serta pendampingan belajar inklusif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan citra SLB, bertambahnya jumlah peserta didik, serta penguatan kapasitas guru dalam memahami perilaku siswa dan menerapkan pendekatan non-punitif. Integrasi kedua program tersebut melahirkan Model Ekosistem Pendidikan Berhati, yaitu model konseptual yang menempatkan pendidikan sebagai sistem hidup dengan tiga lapisan interaktif: relasional (hati), psikologis (pikiran), dan komunitas (tindakan). Model ini menegaskan bahwa empati, refleksi, dan kolaborasi merupakan fondasi pendidikan inklusif yang berkelanjutan. Melalui gerakan pendidikan berhati, sekolah dapat bertransformasi menjadi healing space yang menumbuhkan kesadaran sosial dan kesejahteraan emosional bagi seluruh warga belajar.

Downloads

Published

2026-07-13