INTEGRATING LOCAL WISDOM AND DIGITAL TECHNOLOGY TO ENHANCE PRIMARY SCHOOL TEACHERS’ COMPETENCIES: AN INTERNATIONAL COMMUNITY ENGAGEMENT PROGRAM BETWEEN INDONESIA AND THAILAND
DOI:
https://doi.org/10.36456/penamas.vol10.no01.a11748Keywords:
technolopedagogi, ethnopedagogi, kearifan lokal, teknologi digital, guru sekolah dasarAbstract
Perkembangan teknologi digital menuntut guru sekolah dasar mampu mengintegrasikan teknologi dengan kearifan lokal untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan responsif terhadap budaya. Namun, sebagian besar guru masih mengalami kesulitan menggabungkan kedua aspek tersebut dalam praktik pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan teknologi digital dan kearifan lokal melalui kolaborasi Indonesia–Thailand. Program menggunakan pendekatan Participatory Action-Based Capacity Building (PACB) yang meliputi analisis kebutuhan, lokakarya internasional, perancangan pembelajaran kolaboratif, microteaching, implementasi di sekolah, serta refleksi dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 95% guru memerlukan pelatihan integrasi teknologi dan kearifan lokal, sedangkan hanya 22,5% yang telah menerapkannya dalam pembelajaran. Setelah program, kompetensi guru meningkat dalam memahami technopedagogi dan ethnopedagogi, mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal, serta memanfaatkan teknologi digital secara lebih efektif. Program ini juga memperkuat kolaborasi profesional lintas negara dan mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual. Dengan demikian, model pengembangan kapasitas berbasis kolaborasi internasional efektif meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran digital.












