INTEGRATING LOCAL WISDOM AND DIGITAL TECHNOLOGY TO ENHANCE PRIMARY SCHOOL TEACHERS’ COMPETENCIES: AN INTERNATIONAL COMMUNITY ENGAGEMENT PROGRAM BETWEEN INDONESIA AND THAILAND

Authors

  • Cholifah Tur Rosidah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Phannida Khanthaphad Maejo University, Thailand
  • Reza Rachmadtullah Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
  • Imas Srinana Wardani Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
  • Via Yustitia Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
  • Wahyu Susiloningsih Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
  • Mokhamad Ali Yafie Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
  • Vinsentia Asri Budiarti Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
  • Stephanie Putri Damayanti Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
  • Enjang Restu Kinanti Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/penamas.vol10.no01.a11748

Keywords:

technolopedagogi, ethnopedagogi, kearifan lokal, teknologi digital, guru sekolah dasar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru sekolah dasar mampu mengintegrasikan teknologi dengan kearifan lokal untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan responsif terhadap budaya. Namun, sebagian besar guru masih mengalami kesulitan menggabungkan kedua aspek tersebut dalam praktik pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan teknologi digital dan kearifan lokal melalui kolaborasi Indonesia–Thailand. Program menggunakan pendekatan Participatory Action-Based Capacity Building (PACB) yang meliputi analisis kebutuhan, lokakarya internasional, perancangan pembelajaran kolaboratif, microteaching, implementasi di sekolah, serta refleksi dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 95% guru memerlukan pelatihan integrasi teknologi dan kearifan lokal, sedangkan hanya 22,5% yang telah menerapkannya dalam pembelajaran. Setelah program, kompetensi guru meningkat dalam memahami technopedagogi dan ethnopedagogi, mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal, serta memanfaatkan teknologi digital secara lebih efektif. Program ini juga memperkuat kolaborasi profesional lintas negara dan mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual. Dengan demikian, model pengembangan kapasitas berbasis kolaborasi internasional efektif meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran digital.

Downloads

Published

2026-07-13

Most read articles by the same author(s)