LITERASI TEKNOLOGI MELALUI SASTRA ANAK: SEBUAH INOVASI MATERI PEMBELAJARAN BAHASA
DOI:
https://doi.org/10.36456/penamas.vol10.no01.a11768Keywords:
Literasi Teknologi, Sastra Anak, Pembelajaran Bahasa Inggris, Guru Sekolah Dasar, Pengabdian kepada MasyarakatAbstract
Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan strategi mengintegrasikan literasi teknologi ke dalam substansi materi pembelajaran melalui sastra anak, di saat materi yang diajarkan oleh guru-guru sekolah dasar masih didominasi oleh cerita-cerita konvensional yang berfokus pada penyampaian nilai moral sehingga kurang merepresentasikan dinamika kehidupan anak di era digital. Dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pemahaman dan kompetensi guru dalam mentransformasi sastra anak berbasis literasi teknologi sebagai inovasi materi pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2026 di Gedung Soelaiman Joesoef Lantai 2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan melibatkan 75 guru sekolah dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Waru, Sidoarjo. Metode yang digunakan partisipatif yang terdiri dari penyampaian materi, diskusi interaktif, refleksi, dan evaluasi menggunakan angket skala Likert lima poin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan memperoleh respons yang sangat positif dengan nilai rata-rata evaluasi sebesar 4,54 dari skala 5,00. Sebanyak 98,7% peserta menyatakan bahwa pelatihan memberikan wawasan baru mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran sastra, 96,0% menyatakan memahami konsep literasi teknologi setelah mengikuti pelatihan, dan 89,4% menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan transformasi narasi sastra berbasis literasi teknologi dalam pembelajaran di kelas. Temuan ini menunjukkan kebaruan kegiatan yang terletak pada transformasi substansi sastra anak melalui pengembangan tokoh, konflik, dan alur cerita yang merepresentasikan pengalaman serta isu-isu teknologi yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Implikasinya adalah tersedianya alternatif pengembangan materi pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan penguatan literasi teknologi serta tuntutan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar












