PENGOLAHAN BUAH PEDADA MENJADI SIRUP “BOGEM” DI KAWASAN WISATA HUTAN MANGROVE SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.36456/penamas.vol3.no2.a2215Keywords:
sirup bogem, alat pemeras, mesin pendingin, manajemen keuangan, pemasaranAbstract
Hutan mangrove menghasilkan buah yaitu buah pedada yang dapat diolah menjadi produk olahan.
Bapak Mohson adalah penemu produk sirup “Bogem”. Sirup mangrove Bogem ini diproduksi oleh
Kelompok Tani Mangrove Wonorejo sebagai oleh-oleh khas sehingga meningkatkan kearifan lokal
kawasan wisata hutan mangrove Wonorejo Surabaya. Permasalahan pada usaha sirup mangrove
Bogem ini adalah Proses produksi pembuatan sirup Bogem terdapat hambatan pada saat proses
pemerasan dengan manual yang membutuhkan banyak tenaga dan penyimpanan sirup Bogem dan
buah pedada saat musim panen serta agar buah tidak cepat busuk. Pengelolaan usaha yang masih
sangat tradisional dan tidak memiliki pembukuan/pengelolaan keuangan usaha. Kurangnya
wawasan mengenai penjualan secara online dan offline agar dapat memperluas dan meningkatkan
penjualan. Hasil dari pengabdian ini adalah membuatkan alat pemeras hasil rebusan buah Bogem
sehingga tidak memperlambat proses produksi dan pengadaan mesin pendingin agar buah Bogem
dapat disimpan saat musim panen dan tidak mudah busuk; pelatihan dan pendampingan
pengelolaan usaha dan pengelolaan keuangan; pelatihan teknik dan strategi pemasaran secara
online dan offline.












