Pengembangan Model Pembelajaran REACTION bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.36456/special.vol1.no1.a2138Keywords:
Model Pembelajaran REACTION, Mahasiswa Berkebutuhan Khusus, TunarunguAbstract
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian pengembangan dipilih dengan tujuan untuk mengembangkan produk berupa model pembelajaran di lingkungan pendidikan inklusif. Hasil penelitian ini menyimpulkan beberapa hal: pertama kondisi objektif proses pembelajaran mahasiswa berkebutuhan khusus di perguruan tinggi masih belum benar-benar bermakna, sebab mahasiswa berkebutuhan khusus hanya seakan-akan menjadi bagian pasif di kelas, datang ke kampus, duduk tenang tanpa betul-betul diketahui mereka memahami materi pembelajaran atau tidak. Kedua, model pembelajaran yang telah diimplementasikan sebelumnya kurang mampu membuat proses belajar menjadi bermakna sebab belum secara sistematis memasukan prinsip-prinsip pembelajaran yang dibutuhkan mahasiswa berkebutuhan khusus khususnya mahasiswa dengan hambatan pendengaran. Ketiga, “Reaction” merupakan sebuah model pembelajaran yang dikembangkan untuk mahasiswa dengan hambatan pendengaran yang telah dikembangkan peneliti di lingkungan program studi pendidikan khusus tempat dilaksanakannya penelitian
Downloads
References
Aldoobie, N. (2015). ADDIE Model. American International Journal of Contemporary Research. Vol.5, No. 6, 68-72.
Ali, Mohammad dan Asrori, Mohammad. (2004). Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi
Bell, Judith. (2006). Doing Your Research Project. Jakarta: Indeks.
Clementina Acedo. (2008). Inclusive Education: Pushing The Boundaries. Prospect UNESCO Springer , Vol 38, 5-13. Doi: 10.1007/s11125-008-9064-z
Creswell, J. W. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jauhari, M. N., & Dewi, D. P. (2019). Pelaksanaan Cooperative Learning Model Pada Mata Kuliah Media Pembelajaran ABK Bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Prodi Pendidikan Khusus FKIP Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 15(27), 79–89.
Mudjito, dkk. (2012). Pendidikan Inklusif. Jakarta : Baduose Media.
Muniroh, Nadya. 2014. Hubungan Pencapaian Pendidikan Karakter dengan Kualitas Interaksi Sosial Siswa Reguler bersama Siswa Tunagrahita Kelas VII-x di SMP Negeri 10 Banjarmasin. Skripsi pada Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Tidak diterbitkan.
. The Development of Mind Mapping Media in Flood Material using ADDIE Model. Journal of Education and Learning. Vol. 10, No. 01, 53-62.
Setiadi, Elly. M. dkk. (2006). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.
Simón, C., at, all. (2009). The Inclusive Educational Process of Students with Visual Impairments in Spain: An Analysis from the Perspective of Organizations. Journal of Visual Impairment & Blindness. Vol. 104, No.9, 565-571.
Silton, N., R., Chera, D., Norley, K., Viletto, D., Amir, S., K., Riley, P., & Untalan, A. (2017). “It’s Nice to Be Nice” Assessing the Efficacy of Realabilities, A New Puppet Show Musical & The Realabilities Educational Comic Book Curriculum. Marymount Manhattan College Skjorten, Menuju Inklusi Pendidikan Kebutuhan Khusus Sebuah Pengantar (Bandung: Program Pascasarjana UPI, 2003).
Tarsidi, Didi. (2010). Bimbingan Konseling untuk Perkembangan Kompetensi Sosial Anak Tunanetra. Bandung: Rizqi Press.




