Implementasi Model Blended Learning terhadap Peningkatan Pemahaman Mata Kuliah Pembelajaran IPA bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Kelas Inklusi di Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.36456/special.vol1.no1.a2186Keywords:
Mahasiswa Berkebutuhan Khusus, Blended Learning, Inklusi, Perguruan TinggiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model blended learning terhadap pemahaman materi pada mata kuliah Pembelajaran IPA bagi ABK pada kelas inklusi di perguruan tinggi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen kuasi One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini berjumlah 38 orang mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Pembelajaran IPA bagi ABK pada kelas inklusi di perguruan tinggi. Dua di antara subjek tersebut adalah mahasiswa berkebutuhan khusus tunanetra dan tunarungu. Pengukuran terhadap pemahaman materi dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah penerapan blended learning diberikan. Hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan paired t-test. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat kenaikan rata-rata skor pretes (65,16) dan skor posttes (73,87), dengan nilai t=-9,321 dengan p=0,0001 (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan blended learning terhadap peningkatan pemahaman mata kuliah Pembelajaran IPA bagi ABK pada kelas inklusi di perguruan tinggi.
Downloads
References
Akkayonlu, B., & Soylu, M. Y. (2008). A Study of Student’s Perceptions in a Blended Learning Environment Based on Different Learning Styles. Ducational Technology & Society, 11 (1), 183-193.
Dermawan, O. (2013). Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB. Psymphatic Jurnal Ilmiah Psikologi, 6 (2), 886-897.
Fandianta, Sanjaya, G. Y., & Widyandana. (2013). Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa dengan Memberikan Fleksibilitas Belajar Mengajar Melalui Metode Blended Learning. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia, 2 (2), 1-8.
Fardhany, P. H. (2016). Pemanfaatan Bahan Ajar Berbasis Blended Learning dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Makalah disampaikan dalam Prosiding Seminar Nasional peran Pendidikan Jasmani dalam Menyangga Interdisipliner Ilmu Keolahragaan 2016, Universitas Negeri Malang (hal. 456-471).
Garrison, D. R., & Vaughan, N. D. (2008). Blended Learning in Higher Education: Framework, Principles, and Guidelines. San Fransisco: Jossey-Bass.
Haryanto, S. (2018). Kelebihan dan Kekurangan e-learning Berbasis Schoology (Studi PTK dalam Pembelajaran Mata Kuliah Academic Listening). Makalah disampaikan dalam Prosiding Seminar Nasional Geotik 2018, Universitas Muhammadiyah Surakarta (hal. 106-110).
Idris, H. (2011). Pembelajaran Model Blended Learning. Jurnal Iqra’, 5 (1), 61-73.
Jauhari, M. N., & Dewi, D. P. (2019). Pelaksanaan Cooperative Learning Model Pada Mata Kuliah Media Pembelajaran ABK Bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Prodi Pendidikan Khusus Fkip Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 15(27), 79–89.
Rizkiyah, A. (2015). Penerapan Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Bangunan di Kelas X TGB SMK Negeri 7 Surabaya. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 1 (1), 40-49.
Sjukur, S. B. (2012). Pengaruh Blended Learning terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Tingkat SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2 (3), 368-378.
Wardani, D. N., Toenlioe, A. J. E., & Wedi, A. (2018). Daya tarik pembelajaran di era 21 dengan blended learning. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1 (1), 13-18.




