Peningkatan Kemampuan Perkalian 10-20 melalui Metode Jarimatika Pada Siswa Tunarungu di SLB-B dan Autis TPA Jember
DOI:
https://doi.org/10.36456/special.vol1.no1.a2282Keywords:
Metode Jaritmatika, Tunarungu, Autis, Sekolah Luar BiasaAbstract
Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan perkalian 10-20 siswa tunarunggu kelas IV. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan para siklus, siklus 1 dan siklus 2. Subjek penelitian merupakan siswa tunarungu kelas IV yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pra siklus nilai yang dicapai siswa tunarungu masih belum mencapai KKM yaitu nilai 70. NA, CU mendapat nilai 40, sedangkan DN mendapat nilai 35, TA dan TE mendapat nilai 30. Pada siklus 1 nilai yang didapat oleh NA 55, CU 50, DN 60, TA 50, dan TE 55. Pada siklus II nilai yang diperoleh NA 80, CU 80, DN 85, TA 85 dan TE 80. Berdasarkan hasil nilai tes yang diperoleh dari siklus I sampai siklus II diketahui bahwa kemampuan mengenal perkalian 10-20 pada siswa tunarungu kelas IV di SLB-B dan Autis TPA Jember mengalami peningkatan
Downloads
References
Sungatmi. (2010). Jarimatika: Berhitung dengan Jari. Yogyakarta: Yuma Pressindo.
Wulandani, Septipeni. (2011). Jarimatika Penambahan dan Pengurangan. Jakarta: PT. Kawan Pustaka.
Jauhari, M. N., Irvan, M., & Sakre, T. Media Pembelajaran Signalong Indonesia Untuk Melatih Kemampuan Komunikasi ABK.
Jauhari, M. N. (2016). Identifikasi Perkembangan Komunikasi Anak Pervasive Developmental Disorder. Helper: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 32(2).
Kasbolah, Kasihani. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Sukardi. (2005). Metodologi penelitian pendidikan : kompetensi dan praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, S, Suhardjono, dan Supardi. (2014). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara




