Sikap Guru Terhadap Implementasi Pendidikan Inklusif di Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.36456/special.vol2.no2.a4572Keywords:
Sikap, Guru Mata Pelajaran, Sekolah InklusiAbstract
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sikap guru mata pelajaran terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMAN dan SMKN Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode non eksperimental, jenis survai, metode survai digunakan untuk memperoleh gambaran umum tentang karakteristik populasi. Statistik yang digunakan adalah statistik inferensial uji mean satu pupulasi dan analisis varian 2 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap guru mata pelajaran terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif berada pada rentang skor 2,8 ≤ µ < 3,4 dengan skor maksimum 4 sehingga berada pada kategori positif tinggi.
Downloads
References
Al-Zyoudi, M. (2006). Teachers’ Attitudes Towards Inclusive Education In Jordanian Schools. International Journal Of Special Education. Vol 21. No.2.
Avramidis, E., Bayliss, P., & Burden, R. (2000). Student teachers' attitudes towards the inclusion of children with special educational needs in the ordinary school. Teaching and Teacher Education 16 (2000): 277-293.
Azwar, Saifuddin. (2013). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Bilqis. (2012). Lebih Dekat dengan Anak Tunadaksa. Yogyakarta : Familia Pustaka Keluarga
Cassady, J.M. (2011). Teachers' Attitudes Toward the Inclusion of Students with Autism and Emotional Behavioral Disorder : Journal for Inclusive Education Volume 2, No.7.
Chhabra, S., Srivastava, R., & Srivastava, I. (2010). Inclusive education in bostwana: the perception of school teachers: Journal of Disability Policy Studies. Volume 20, No.4.
Choate, J.S (Eds). (2013). Pengajaran Inklusif yang Sukses Cara Handal untuk Mendeteksi dan Memperbaiki Kebutuhan Khusus (4nd ed) : Helen Keller Internasional.
Elliot, S. (2008). The Effect of Teachers' Attitude Toward Inclusion on the Practice and Success Levels of Children with and without Disabilities in Physical Education. International Journal of Special Education, 23, 3.
Garungan, W.A. (2010). Psikologi Sosial. Bandung : Refika Aditama
Hubeis AVS. (2010). Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. Bogor [ID]: IPB Press
Irvan, M., & Jauhari, M. N. (2018). The Accessibility of Inclusive Schools in Surabaya. 2nd INDOEDUC4ALL-Indonesian Education for All (INDOEDUC 2018), 148-150.
Kustawan, D & Meiyani,Y. (2013). Mengenal pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus serta implementasinya. Jakarta Timur: Luxima.
Leatherman, J. M., and Niemeyer, J. A. (2005). Teachers' Attitudes Toward Inclusion: Factors Influencing Classroom Practice. Journal of Early Childhood Teacher Education, 26:1, 23-36.
Myers, David G. (2014). Psikologi Sosial. Jakarta : Salemba Humanika. (edisi 10, buku 1).
Mudlofir, A. (2012). Pendidik profesional: konsep, strategi dan aplikasinya dalam peningkatan mutu di Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Mulyasa. (2005). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Naim, Ngainun. (2009). Menjadi Guru Inspiratif Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Nana, S.S. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Natawidjaya & Zainal . (1995). Penelitian bagi guru pendidikan luar biasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendiidkan Tenaga Guru.
Nugroho, DR. (2011), Gender Dan Strategi Pengurus-Utamannya DiIndonesia, Yogyakarta: PUSTAKA
Peraturan Bupati Sidoarjo. (2011). Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. Berita Daerah Kabupaten Sidoarjo tahun 2011 Nomor 6.
Peraturan Gubernur Jawa Timur. (2011). Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Provinsi Jawa Timur. Dok. Informasi Hukum - JDIH Biro Hukum Setda Prov Jatim.
PKLK Pendidikan Dasar. (2013). Pedoman umumpenyelenggaraan PendidikanInklusif ( sesuai permendiknas no.70 tahun 2009). Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Dasar.
Purnama, Dian. (2010). Cermat memilih sekolah menengah yang tepat. Jakarta: Gagas Media.
Puspitawati, H. (2013). Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita di Indonesia. PT IPB Press. Bogor
Rugaiyah & Atiek,S. (2011). Profesi Kependidikan. Bogor: Ghalia Indonesia
Sanjaya, Wina. (2005). Pembelajaran dan Implementasi Krikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana
Sarwono, S.W, & Meinarno,E.A. (2015). Psikologi Sosial. Jakarta : Salemba Humanika
Siswoyo. (2010). Kenapa Milih SMK. Diakses dari http://waspadamedan.com/index.php?option=content&view=article&id=5090:kenapa-milih-masuk-smk&catid=74:kreasi&itomid=231. Pada tanggal 1 Juli 2017
Slamento. (2010). Belajar & Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta
Stubbs, Sue. 2002. Inclusive Education Where There Are Resources : The Atlas Alliance.
Sudjana, Nana. (2005). Kompetensi Guru. Bandung : Remaja rosdakarya.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta
Soetjipto & Kosasi,R. (2000). Profesi Keguruan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan PT Rineka Cipta.
Syamsu, Y. (2015). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Takdir I, M. (2003). Pendidikan inklusif : konsep dan aplikasi. Jogjakarta: Ar- ruzz media.
Taylor, R. W. and Ringlaben, R. P. (2012). Impacting Pre-service Teachers' Attitudes toward Inclusion. Journal Higher Education Studies, Vol 2, Nomor 3.
Winger. (2003) Beyond Teaching & Learning, Memadukan Quantum Teaching & Learning. (Ria Sirait & Purwanto, penerjemah). Bandung: Nuansa.
WHO, 2012, What Do We Mean By “Sex and Gender”?.(Artikel)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Zykra Zakiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




