Peran Terapi Okupasi bagi Kemandirian Anak Down Syndrome

Authors

  • Amelia Rizky Idhartono Pendidikan Khusus - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Sambira Pendidikan Khusus - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Ana Rafikayati Pendidikan Khusus - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/special.vol2.no2.a5178

Keywords:

Terapi Okupasi, Kemandirian, Down Syndrome

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak terapi okupasi untuk anak down syndrome. Penelitian yang dilakukan di YPAC Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Anak dengan inisial CE dapat membuka tutup bekal dan memulai kegiatan makan dengan baik, namun Ketika setelah makan, CE lupa tidak membersihkan beberapa tumpahan makanan yang dimakan, (2) Anak dengan inisial JH, memulai makan dengan berdo’a, kemudian membuka tempat makan, cara memegang sendok juga sudah benar dan setelah makan, JH membersihkan dan merapikan tempat makannya, (3) anak dengan inisial DA memulai makan dengan membuka tutup makan kemudian berdoa, akan tetapi untuk memegang sendok masih belum sempurna sehingga perlu bantuan dari terapis, setelah kegiatan makan selesai, DA berusaha merapikan tempat makannya dan membersihkan dengan bantuan orang lain, dan (4) anak dengan inisial NH mengawali dengan membaca doa sebelum makan, memegang sendok dan gelas juga sudah sesuai, mengakhiri makan dengan membaca doa dan merapikan tempat makannya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Amelia Rizky Idhartono, Pendidikan Khusus - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

    Dosen

  • Sambira, Pendidikan Khusus - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

    Dosen

  • Ana Rafikayati, Pendidikan Khusus - Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

    Dosen

References

Ambarsari. (2015). ningkatan kemandirian anak melalui metode pembiasaan usia 4-5 tahun di taman kanak-kanak Mujahidin. Jurnal Untan. http://jurnal.untan.ac.id

Kristi, E., & Mulia, A. (2012). Fasilitas terapi anak down syndrome di Surabaya. http://studentjournal.petra.ac.id

Moleong, L. J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muliar. (2016). Improving the Fine Motor Ability of a Down-syndrome Student by Playing with Clay at SDLB N 64 Surabayo Lubuk Basung Kabupaten Agam. E-JUPEKhu (Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus).

Nasir, A., & Muhith, A. (2011). Dasar-Dasar Keperawatan Jiwa. Salemba Medika.

Qaharani, A. (2010). dengan metode persiapan menulis di TK Permata Bunda Surakarta.

Rani, K., & Jauhari, M. N. (2018). Keterlibatan orangtua dalam penanganan anak berkebutuhan khusus. Jurnal Abadimas Adi Buana, 2(1), 55-64.

Raffi, I., Indriati, G., & Utami, S. (2018). Efektifitas Pemberian Terapi Okupasi dalam Meningkatkan Kemandirian Makan pada Anak Usia Sekolah dengan Down Syndrome. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 5.

Renawati, D. (2017). Interaksi Sosial Anak Down Syndrome dengan Lingkungan Sosial. Jurnal Penelitian Dan PKM, 4.

Santoso. (2008). pi okupasi (Occupational Therapy) pada anak dengan kebutuhan khusus.Konsultasi pada Anak dengan Kebutuhan Khusus. http://putrakembara.org

Soetjiningsih, & Ranuh, G. (2012). Tumbuh kembang anak. Edisi 2. EGC.

Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Wahyu, R. (2015). Pola asuh orang tua dalam membentuk kemandirian siswa tunagrahita. Etheses. http://etheses.uinmalang.ac.id

Willy, dr. T. (2019). Down Syndrome. Alodokter. https://www.alodokter.com/sindrom-down

Downloads

Published

2021-10-31

How to Cite

Peran Terapi Okupasi bagi Kemandirian Anak Down Syndrome. (2021). Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL), 2(2), 119-124. https://doi.org/10.36456/special.vol2.no2.a5178