PENDETEKSI KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI DALAM KOSMETIK YANG DIGUNAKAN SEHARI-HARI
DOI:
https://doi.org/10.36456/stigma.vol8.no01.a160Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kadar merkuri dalam kosmetik yang digunakan sehari-hari dengan menggunakan 4-(2-pyridylazo resorcinol) (PAR). Merkuri merupakan salah satu logam berat yang sangat berbahaya karena merkuri pada umumnya digunakan untuk campuran kosmetik, kandungan merkuri akan diserap melalui kulit yang dialirkan melalui darah keseluruh tubuh dan merkuri itu akan mengendap di dalam ginjal yang berakibat terjadinya gagal ginjal dan menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan reagen PAR untuk mendeteksi keberadaan merkuri dalam kosmetik. Kondisi optimasi dalam pembuatan konsentrasi reagen PAR sebesar 0,04% pada pH 7. Panjang gelombang maksimum dari sensor kimia sebesar 515 nm. Dari hasil optimasi, kurva kalibrasi linier yang dihasilkan dengan kisaran 0,05-0,3 ppm dengan R2 = 0,9995, limit deteksi 1,795 ppb, akurasi 99,71%, koefisien variasi adalah 1,78%.References
Darmono. 1995. Logam Berat dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta
Darmono. 2008. Lingkungan Hidup dan Pencemaran, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta
Ensafi, A.A. & Fouladgar, M. 2006. Development of Mercury optical sensor on immobilization of 4-(2-pyridylazo) recorcinol on tricetylcellulose membrane, Sensors and Actuators B 113, Vol 88-93.
Environmental Protection Agency. 1973. Water Quality Criteria.
Mulja, M & Suharman. 1995. Analisis Instrumental, Airlangga University Press, Surabaya.
Odum, E. P., 1971, Fundamentals of Ecology, 3th
Edition, W.B. Saunders Company, Philadelphia.
World Health Organization, 1976, Environmental
Health Criteria 1, Mercury; IPCS. Geneva.










