KUALITAS AIR SUNGAI YANG DIOLAH MENJADI AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN SERBUK KAKTUS CENTONG (Opuntia cochenillifera)
DOI:
https://doi.org/10.36456/stigma.vol7.no1.a505Abstract
Bakteri Escheria coli merupakan indikator utama sanitasi lingkungan termasuk air konsumsi. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan serbuk kaktus centong (Opuntia cochenillifera) terhadap kejernihan, jumlah bakteri total dan E.coli air sungai. Sebanyak 5 perlakuan konsentrasi serbuk kaktus (0, 0,5,1,0, 1,5 dan 2,0 g/l) masing-masing ditambahkan ke dalam 1 l air sungai Jagir. Setelah diaduk merata, campuran dibiarkan selama 3 hari pada suhu ruang, dan disaring menggunakan kertas saring. Pengukuran kerjernihan filtrat dilakukan menggunakan TDS meter, jumlah bakteri total dan E. coli diukur menggunakan metode plate count agar. Semua perlakuan konsentrasi serbuk kaktus diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk kaktus berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap kejernihan, jumlah bakteri total, dan E.coli. Penggunaan serbuk kaktus 2,0 g/l signifikan (P<0,05) dapat meningkatkan kejernihan air sampai 21,5 pt-co, serta menurunkan jumlahbakteri total sampai 1,2 x 102 dan E. coli sampai 0,1 x 101. Hasil penelitian dapat simpulkan bahwa serbuk kaktus centong dapat digunakan sebagai bahan dasar pengolahan air bersih untuk meningkatkan kejernihan dan menurunkan jumlah bakteri total dan E. coli.
References
Anonim. 2002. Indikaor Air Tercemar. http://filterpenyaringair.com/indikator-tanda- air-tanah-yang-tercemar/
Anonim. 2009. Air dan Manfaat bagi Kesehatan. http://bpprejotangan. blogspot.com/2010/03/Air-dan-manfaat-bagi- kesehatan. (15April 2010)
Anonim. 2011. Water Treatment Plant untuk pengolahan air. (httpd://www. medanbisnisdaily.com/news/read/2011/05/28/367ft80/himagrotek_panca_budi_pamerkan_Water_Treatment/#.T5YSYdlWSXQ,
Dep.Perina. 1994. Caka Uji Cemakan Logam Mikroba. Jakarta : SNI – SNN – 012887 – 1992.
Fardias. 1989. Indikator Air Sehat..http://filterpenyaringair.com/7- indikator-tanda-air-yang-sehat/
Hidayat, S. 2006. Pemberdayaan Ma-syarakat Bantaran Sungai Lematang dalam Menurunkan Kekeruhan Air dengan Biji Kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai Upaya Pengembangan Proses Penjernihan Air. http://filterpenyaringair.com/biji-kelor-mampu- menjernihkan-air-sungai-
Hidayat, S. dkk. 2000. Efektivitas Bio-flokulan Biji Moringa oleifera Lam. Dalam Memperbaiki Sifat Fisika Kimia Air Sungai Sungai Musi. http://filterpenyaringair.com/biji-kelor-mampu- menjernihkan-air-sungai-
Jefri. 2010. Kaktus Centong. http://anekaobatalami.blogspot.com/2008/02/ kaktus-centong-opuntia-ficus-indica.html
Norma, 2008. Teknologi Penjernih Air, (Online), http://punyabiologib.blogspot.com/2011/02/ka ktus-dengan-duri-yang-tajam.html
Pelczar, Jr. M.J & Chan.E.C.S. 2008. Dasar – Dasar Mikrobiologi 1 – 2. Jakarta : Universitas Indonesia – Press ( UI – Press ).
Sahar, H. Esti. 2000. Penjernihan Air dengan Biji Kelor (Moringa oleifera), (Online), (http://
www.ristek.go.id, diakses 01 April 2010).
Sujana, Arman, Drs. 2007. Kamus Lengkap Biologi. Jakarta : Mega Aksara.
Suprihatin, 2006. Pengolahan Air Baku. Depatemen Kesehatan Republik Indonesia. http://www.peipfi-komdasulsel.org/ wpconten t/uploads/ 2012/04/ buku-Pengolahan Air Baku.
Suriawiria, U. Kompas. Rabu, 28 Agustus 2002. Aneka Manfaat Kelor, (Online), (http://www. kompas. com/ kompascetak /0208/28/ IPTEK/ aneka32.htm, di-akses 01 April 2010).
Winarmo, F.G. 1986. Air Untuk Industri pangan. Jakarta: PT. Gramedia.










