PENGGUNNAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) SEBAGAI LARVASIDA NABATI TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK ANOPHELES DAN AEDES AEGYPTI INSTAR III
DOI:
https://doi.org/10.36456/stigma.vol7.no1.a510Abstract
Testing has been conducted on pesticide seed water extract of papaya (Carica papaya L). This research aims to study the killing power of papaya seed extract as a botanical pesticide against mosquito larvae of Anopheles and Aedes aegypti. Larvae of Aedes aegypti and Anopheles mosquitoes respectively 350 were divided into 11 groups. Furthermore each group were sprayed with water extract of papaya seeds with 0, 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140,
160, 180, and 200%. The results showed that the water extract of papaya seeds can kill the mosquito Anopheles
larvae and A. Aegypti. Concentration of papaya seed extract is effective in killing mosquito larvae Anopheles and A. Aegypti respectively 80% and 180%.
Keywords: papaya seeds, Anopheles and Aedes aegypti
References
Anonim. 2007. Papain bekerja sebagai vermifuga. 4:2. Depkes RI. 2001. Sistematika tumbuhan pepaya. Jakarta : depkes RI
Azwar, A. 1983. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta. Penerbit Mutiara Jakarta.
Bau. A. 1999. Uji Efikasi biji pepaya (Carica papaya L) Terhadap Larva anophele di Laboratorium. Skripsi. FKM UNDIP Semarang.60:20.
Depkes. 1987. Nyamuk Anopheles jakarta : Depkes
Direktorat Gizi Departemen kesehatan. 1992. Kandungan dalam buah pepaya. 3:35
Ditjen PPM&PL. 2001. Pedoman Pelaksanaan Surveillans Vektor. Jakarta: Depkes RI.
Dzulkarnain B, 1996. Tinjauan Hasil Penelitian Tanaman Obat Di Berbagai Institusi.Dit.Jen POM,
Dep.Kes RI, Jakarta, hal. 26.
Adi, 2005.BukuPraktekMikro.pertanian.uns.ac.id/~adimagna/Pt.d 2.2:15
German Commission E. 1990. Tanaman herbal. 4 : 5 http://www.wrc.Net/wrcnet_content/herbalr esources/materiamedica/Cayenne.htm.
Hanifah dan K. Ali.1990. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Jakarta, Rajawali Press.
Indrawan. 2001. Mengenal dan Mencegah Demam Berdarah. Bandung. Penerbit: Pionir Jaya.
Ipteknet. 2007. Kandungan karposit pada daun pepaya. 187:9 Rozendaal, J.A. 1997. Pengendalian fisik. 59-99
Komisi Pestisida. 1995. Metode Standar Pengujian Efikasi Pestisida. Jakarta : Departemen Pertanian.
Koswara. 2007. Papain merupakan satu dari enzim paling kuat yang dihasilkan oleh seluruh bagian pepaya. 8:54
Pelczar. 1988. Malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles betina. 9:17 Pusat data dan informasi PERSI. 2003. Buah pepaya (Carica papaya L).
Prabowo, K. 1992. Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu. Jakarta, Dep.Kes RI. Pendidikan Ahli Madya Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan.
Pratikyo, A.W. 2003. Dasar-Dasar Metode Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 43:218.
Pusat penelitian dan pengembangan tanaman pangan. 2007
Rahman A. 1992. Teknologi Ekstraksi. Jakarta: Arcan. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/ 123456789/45936/G06ara.pdfsequence=1. Diakses pada tanggal 17 November 2012
Ramsamawy dan Sisri. 2007. Jumlah senyawa karpain dalam getah pepaya 9 : 171
Sarpian. 2003. Bertanam pepay Jakarta: PT. Penebar Swadaya.
Setiadi. 1995. Jenis dan Budidaya pepaya Cetakan Kedua. Jakarta: Penebar : Swadaya.
Setiawan Dalimartha. 2004. Atlas Tanaman Obat Indonesia Jilid II. Jakarta : Trubus Agriwidya.
Srisasi Gandahusada,dkk. 2000. Klasifikasi Aedes aegypti. 217
Sugiyono. 2005. Mengenal dan Mencegah Malaria. Bandung.
Sukasediati, N dan D. Sundari. 1996. Tinjauan Hasil Penelitian Tanaman Obat di Berbagai Institut III. Jakarta.
Upik Kesumawati Hadi dan Susi Soviana. 2000. Pengendalian hayati, Insektisida anorganik, Pengendalian Genetik. 115 : 102 – 103
Upik kesumawati Hadi dan Susi Soviana. 2000. Upaya-upaya pengendalian nyamuk secara fisik. 105 : 100-102
WHO. 1984. Chemical Methods for The Control of Arthropod Vectors and Pests
Womack, M. 1993. The yellow fever mosquito, Aedes aegypti. Wing Beats, Vol. 54:4 www.pangan.litbang.puslitan.net










