Pendidikan Jasmani Dan Pengembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Yandika Fefrian Rosmi

DOI:

https://doi.org/10.36456/wahana.v66i1.482

Abstract

Karakter merupakan cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Tujuannya tidak lain adalah mewujudkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang kondusif dimana siswa dibantu untuk mewujudkan dirinya sesuai dengan tahap pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal dalam mencapai taraf kedewasaan tertentu. Pendidikan jasmani juga merupakan pendidikan yang mengaktualisasikan potensi-potensi aktivitas manusia berupa sikap, tindakan dan kemampuan gerak menuju kebulatan pribadi yang seutuhnya. Pendidikan jasmani memberikan kontribusi terhadap perkembangan peserta didik yang bersifat menyeluruh meliput perkembengan psikomotorik, pengetahuan dan penalaran (kognitif), watak serta kepribadian (afektif). Pembekalan pengalaman belajar diarahkan untuk membina sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Nilai-nilai yang terkandung  didalam pembelajaran penjas antara lain: kejujuran, keadilan, sportifitas, kepercayaan diri, menghargai dan menghormati orang lain, menghormati kewenangan, fairplay, disiplin, empati, kepemimpinan, kerjasama, dan lain-lain.

Nilai yang terkandung dalam pembelajaran penjas berbanding lurus dengan 9 karakter yang dikemukakan Suyanto (2009: 2) yaitu; (1) karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, (2) kemandirian dan tanggungjawab, (3) kejujuran, amanah dan diplomatis, (4) hormat dan santun, (5) dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong serta kerjasama, (6) percaya diri dan pekerja keras, (7)  kepemimpinan dan keadilan, (8) baik dan rendah hati, (9) karakter toleransi, kedamaian dan kesatuan.

 

Keywords: Pendidiakan jasmani, Karakter

References

BNSP. (2006). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatann Sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta:

 

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20, Tahun 2003, Tentang Sistem  Pendidikan Nasional.

 

Husdrata, (2013). Perencanaan Pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Bandung Alfabeta

 

Muchlas, Samani Prof.Dr.(2008). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

 

Rusli Lutan (2000). Strategi Belajar Mengajar Penjaskes. DEPDIKNAS.

 

Suherman, A. (2001). Evaluasi Pendidikan Jasmani. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional.

 

Suyanto, (2009). Urgensi Pendidikan Karakter,http://mandikdasmen.kemdiknas.go.id/ web/ pages/urgensi.html

 

Nancy Wakeman. (2008). Building Character Through Sports. Journal. Healthy Living. Volume 5, Issue 1. Winter 2008. Ontario: Markham.

 

Rainer Martens. (2004). Successful Coaching. 3rd Edition. eBook. Human Kinetics.

 

Robert Weinberg, Daniel Gould Copyright. (2011). Foundations of Sport and Exercise Psychology. eBook. 5th Edition. Human Kinetics.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Published

2016-06-01

Issue

Section

Artikel