PENTINGNYA METKOGNISI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI SMK PEMESINAN
DOI:
https://doi.org/10.36456/wahana.v64i1.532Abstract
Salah satu tujuan diberikannya mata pelajaran matematika seperti yang tercantum pada kurikulum adalah sebagai sarana penataan nalar peserta didik. Dengan mempelajari metematika, siswa diharapkan dapat bernalar dan berpikir secara logis, analitis, kritis, kreatif, dan dapat bekerja sama. Salah satu keuntungan dari melibatkan proses metakognisi dalam pemecahan masalah matematika adalah terbangunya pemahaman yang kuat dan menyeluruh terhadap masalah matematika yang diperlukan oleh siswa SMK untuk menyelesaikan permasalahan matematika dengan baik yang merupakan persyaratan bagi mata pelajaran lain sehingga diharapkan adanya peningkatan kualitas pendidikan di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka (library research) yaitu suatu penelitian yang diperoleh dengan menghimpun informasi yang relevan dengan topic yang merupakan tujian dalam penelitian, sementara dalam penelitian ini tahapan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan informasi baik dari jurnal, maupun referensi buku-buku yang berkaitan dengan metakognisi. Pemahaman terhadap masalah matematika secara utuh dan mendalam akan membantu siswa SMK Pemesinan dalam mempelajari mata pelajaran lain seperti gambar teknik yang menopang mata pelajaran teknik gambar manufaktur, teknik pemesinan bubut, teknik pemesinan frais, dan teknik pemesinan CNC. Pentingnya kemampuan siswa dalam menggambar teknik dengan baik sangat diperlukan tatkala nanti mereka lulus dan masuk ke dunia kerja yang dewasa ini yang tidak hanya sekedar bertolak dari nilai UN saja, tapi juga keterampilan yang dimiliki.
Kata Kunci : Metakognisi, Pemecahan Masalah Matematika, SMK Pemesinan.
References
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arends, R. I. 2001. Learning to Teach. Fifth Edition. Singapore: Mc Graw-Hill Companies, Inc.
Asputro , Puji. 2008. Memahami Dasar-dasar Teknik Mesin untuk Kelas X. Surakarta : Cahaya Mentari.
Blackey, 1990, Metacognition-edutechwiki. http://www.Metacognition/edutecwiki:htm.
Bruning, R.H. Schraw, G.J., Running R.R. 1995. Cognitive Psychology and Instruction, Second Edition, New Yersey, Prentice Hall.
BSNP, Depdiknas. 2006. Standar Isi Mata Pelajaran Matematika. Draf.
Depdikbud. 2014. Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta : 2014
Depdikbud. 2014. Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 Tentang penilaian Hasil Belajar. Jakarta : Depdikbud.
Depdiknas (2006). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang standart Isi Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta : Depdiknas.
Desoete,Anemi. 2001. Off-Line Metacognition in Childhren With Mathematics Learning Disabilities. Facultiet Psychologies Pedagogiche, Witenschappen, Universitieit-Gen.
Desoete, Anemi. 2007. Evaluating and Improving the Mathematics Teaching-Learning Process Through Metacognition, Electronic Journal Of Research in Educational Psychology, N. 13 Vol 5. ISSN. 1696-2095.
Direktorat Jenderal Menegemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. 2008. Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Silabus Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Erskine, Dana L. 2009. Effect of Prompted Reflection and Metacognition Skill Intruction on University Freshmen’s use of Metacognition, Brigham Young University.
Fisher, R. 1998. Thinking about thingking: Developing Metacognition in children, http://www.teaching thinking.net/roberb-fisher-thingking about thingking.html.
Flavell, J.H. 1979. Metacognition and cognitive Monitoring, A New area of Cognitive-Developmental Inquiry, American Psychologist.
Gama, C. A., 2004. Intregrating Metacognition Instruction in Interactive Learning Environment, D. Phil Dissertation, University of Sussex.
Johnson., Rising. 1972. Guidelines for Teaching Mathematics. Boston: Wadsworth Publishing Company.
Kemendikbud. 2014. Buku Guru Matematika SMA/SMK Kelas X (Edisi Revisi). Jakarta : Kemendikbud.
Kemendikbud. 2014. Buku Siswa Matematika SMA/SMK Kelas X (Edisi Revisi). Jakarta : Kemendikbud.
Kemendikbud. 2014. Panduan Pelatihan Guru Matematika SMA/SMK dalam Penerapan Kurikulum 2013. Jakarta : Kemendikbud.
Nur, M. dan wikandari. P.R. 2000.,Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran. Surabaya: Pusat studi Matematika dan IPA Sekolah. UNESA Surabaya.
Moleong, L. J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Panaoura, A., and Philippou, G. 2001. Young Pupils’ Metacognition abilities in Mathematics in Relation to working Memory and Processing Efficiency, Departemen of Education, University of Ciprus.
Panaoura, A., and Philippou, G., 2004. The Measurement of Young Pupils’ Metacognition Ability in Mathematics
Polya, G. 1973. How to Solve It. Second Edition. Princeton: University Press Princeton.
Santrock, John W. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Kencana Predana Media Grup.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Cetakan Kesatu. Bandung: Alfabeta.
Winkel, 1996. Psikologi Pengajaran. Edisi Revisi, Jakarta: Grasindo.
Woolfolk, Anita E. Educational Psychology. Sixth Edition. Boston: Allyn and Bacon.







