PERANAN KOMUNIKASI MATEMATIKA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA
DOI:
https://doi.org/10.36456/wahana.v64i1.533Abstract
Salah satu isu penting dalam proses pembelajaran matematika yang menjadi perhatian saat ini, adalah pengembangan komunikasi matematika siswa. Melalui komunikasi matematika siswa dapat menyampaikan ide dan mengklarifikasi pemahaman matematikanya baik secara lisan maupun tertulis. Selain itu, matematika siswa dapat memberikan tanggapan terhadap ide dan pemikiran siswa lainnya. Untuk mendorong kemampuan matematika siswa yang mendorong pengembangan pemahaman matematika siswa, guru perlukan kemampuan dan ketrampilan guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang menarik minat belajar siswa dan membantu siswa untuk membangun dan mengembangkan pemahaman konsep matematika siswa. Yang artinya, dalam proses pembelajaran matematika, guru memberkan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berpartisipasi aktif, yaitu mendengarkan secara aktif dan penuh empati ketika siswa membawa masalah ke hadapan guru, dan merefleksikan balik kepada siswa tentang apa yang didengarnya dari penjelasan siswa.
Kata kunci: komunikasi matematika, pemahaman matematika, pembelajaran matematika
References
Anthony, G and Margareth, W (2009). Characteristics of Effective Teaching of Mathematics: A View from the West. Journal of Mathematics Education. December 2009, Vol. 2, No. 2, hal. 147-164. New Zealand
Baroody, A.J. (1993). Problem Solving, Reasoning, and Communicating (K-8). New York: Mcmillan Publishing Company.
Brendefur, J and Frykholm, J. (2000). Promoting Mathematical Communication in The Classroom: Two Preservice Teacher’s Conceptions and Practices. Journal of Mathematics Teacher Education 3. hal. 125–153. Netherlands: Kluwer Academic Publishers.
78
Brenner, M. E. (1998). Development of Mathematical Communication in Problem Solving Groups By Language Minority Students. Bilingual Research Journal, 22:2, 3, & 4 Spring, Summer, & Fall.
Brown, A.L. and Campione, J.C. (1995). Guided Discovery in a Community of Learners. In K. McGilly (Eds.), Classroom Lessons: Integrating Cognitive Theory and Classroom Practice. Cambridge: The MIT Press
Cobb, P., dkk. (1997). Reflective Discourse and Collective Reflection. Journal for Research in Mathematics Education. Vol. 28, No. 3. hal. 258–277. NCTM
Capacity Building Series (CBS). (2010). Communication in the Mathematics Classroom. Ontario: The Literacy and Numeracy Secretariat
Carpenter, T., & Lehrer, R. (1999). Teaching and learning mathematics with understanding. In E. Fennema, dan T. Romberg (Eds.), Mathematics classrooms that promote understanding (hal. 19-32). Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.
Lowery, N. V. (2003). The Fourth “R”: Reflection. Journal of The Mathematics Educator 2003, Vol. 13, No. 2, 23–31.
Mulyasa, H. E.(2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
National Council of Teacher of Mathematics (NTCM). (1989). Curriculum And Evaluation Standard For School Mathematic Virginia: Reston.
National Council of Teachers of Mathematics (NCTM). (2000). Using NCTM’s Content and Process Standards. http://www.math.vt.edu/people/lloyd/curriculum/teaching_activity2.pdf. [diakses tanggal 04 Oktober 2013]
Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standart Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta
Pugalee, D.A. (2001), Using Communication to Develop Student’s Literacy, Journal Research of Mathematics Education 6(5), hal. 296-299
Ruseffendi, E. T. (2006). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangakan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Bandung: Tarsito.
Supriadie, D dan Darmawan, D. (2013). Komunikasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Tatsis, K and Koleza E. (2004). Language As a Communicative and Interpretive Tool in Mathematical Problem Solving. Greece: University of Ioannina
Woolfolk, A. (2009). Educational Psychology Active Learning Education, Edisi Kesepuluh Bagian Kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen, Pasal 1 Butir 1.







