Proses Kognisi Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Topik Pecahan Ditinjau Dari Kemampuan Matematika Dan Gender

Authors

  • Djong Djawa Kristoforus Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

DOI:

https://doi.org/10.36456/wahana.v64i1.534

Abstract

Proses kognisi siswa menjadi hal penting dalam melaksanakan langkah-langkah penyelesaian soal yang dibuat siswa. Kemampuan siswa mempengaruhi proses kognisinya dalam menyelesaikan soal cerita..Sedangkan perbedaan gender secara umum tidak nampak pengaruhnya dalam proses kognisi siswa. Soal cerita topik pecahan dapat digunakan untuk menggali proses kognisi karena dalam penyelesaiannya dapat menggunakan cara visual yang tidak umum yang berbeda dengan apa yang biasa diajarkan oleh guru.  Namun hal ini membutuhkan kemampuan individu yag baik untuk memahaminya. Hal ini dapat diketahui dengan melakukan wawancara yang mendalam kepada siswa

 

Kata kunci : Kognisi siswa, pecahan, Kemampuan Matematika, Gender

References

Soedjadi, 1999. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta:DIKTI

 

Suharta, I Gusti Putu. 2000. Implementasi Srategi pengajuan masalah dan contoh lawan untuk memperbaiki kesalahan konsepsi bilangan konsepsi bilangan . Jurnal Aneka Widya

 

Solso, Robert L. Maclin, Otto H. Maclin, M Kimberly.  2008. Psikologi Kognitif , Jakarta : Erlangga

 

Jones, V.O, 2006. Cognitive Processes During Problem Solving of Middle School Student With Different Levels of Mathematics Anxiety and Selffesteem : Case Studies .etd,lib.fsn.edu/theses/available/etd-07072007-19573/unrestricted/voy-dissertation.pdf

 

Van de Walle, John A. Karp, Karen S. Williams, Jennifer M Bay. 2010. Elementary and middle school mathematics: teaching developmentally. 7th ed. Boston : Allyn & Bacon

 

Soedjadi 1992. Pokok-pokok pikiran Tentang Orientasi Masa Depan Sekolah Indonesia, Media Pendidikan Matematika No 2 Th 1 Surabaya: IKIP Surabaya

 

Bennet Jr, Albert . Burton, Laurie J and Nelson, L Ted, 2012. Mathematics for Elementary Teachers : A Conceptual Approach, 9th ed, New York : Mc Graw-Hill

 

Orton,A., 1992. Learning Mathematics: Issues, Theory, and Practice, Great Britain : Redwood Books

Marj Horne, 2003. Gender differences in the early years in Addition and subtraction, Proceedings of the 27th Conference of the International Group for the Psychology of Mathematics Education held jointly with the 25th Conference of PME-NA, volume 3. Honolulu : College of Education University of Hawai‘i

Jensen, E (2008). Brain Basic Learning : Pembelajaran Berbasis Kemampuan OtakCara Baru Dalam Pengajaran Dan Pelatihan. Yogyakarta : Pustaka Belajar

 

Halpern, D. E. (2000). Sex differences in cognitive abilities (4th ed.). Hillsdale, NJ:

Erlbaum

.

Lewis, J., & Hoover, H. D. 1987. Differential prediction of academic achievement in elementary and junior high school by sex. Journal of Early Adolescence, 7, 107–115.

Wigfield, A., Eccles, J. S., Yoon, K. S., Harold, R. D., Arbreton, A. J. A., Freedman-Doan, C., & Blumenfeld, P. C. 1997. Change in children’s competence beliefs and subjective task values across the elementary school years: A 3-year study.Developmental Psychology, 89, 451–468.

 

Marpaung, Y.1987, Struktur kognitif dalam pembentukan konsep algoritma matematis , Sumbangan Pikiran Terhadap Pendidikan Matematika dan Fisika, Pusat Penelitian Pendidikan Matematika/Informatika se DIY dan Jawa Tengah di FPMIPA , IKIP Sanata Dharma, Mrican

Published

2015-06-01

Issue

Section

Artikel