NELAYAN, LINGKUNGAN, DAN PERUBAHAN IKLIM (STUDI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PESISIR DI KABUPATEN MALANG)
DOI:
https://doi.org/10.36456/wahana.v68i1.630Abstract
Perubahan iklim menjadi fenomena yang menjadi perhatian dunia saat ini. Tidak hanya dampak langsung yang dirasakan seperti banjir dan kekeringan, tetapi juga dampak tidak langsung seperti kemiskinan, gagal panen, dan berkurangnya hasil tangkapan laut bagi para nelayan. Nelayan dan masyarakat pesisir menjadi salah satu entitas yang terkena dampak langsung dari perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. mengkaji kondisi sosial ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir di Kabupaten Malang, 2. mengkaji cara nelayan dan masyarakat pesisir bertahan menghadapi perubahan iklim, dan 3. mengkaji program pemerintah yang menjangkau nelayan dan masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan serta menjelaskan kondisi sesungguhnya yang terjadi di masyarakat. Temuan dari hasil penelitian ini adalah nelayan dan masyarakat pesisir mempunyai cara yang unik dalam menghadapi kondisi yang ada, terutama mengenai dampak perubahan iklim. Masyarakat dan pemerintah mempunyai kolaborasi yang unik dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi. Kolaborasi yang dihasilkan ada yang menguntungkan dan ada yang tidak menguntungkan salah satu pihak. pola kemitraan yang tidak seimbang antara masyarakat dengan perhutani dalam hal pengelolaan kawasan pesisir menjadi salah satu contoh kolaborasi yang tidak seimbang. Kata kunci: Masyarakat Pesisir, Nelayan, Perubahan Iklim, Strategi BertahanReferences
Abdoe Fattah, Demiliterisasi Tentara: Pasang Surut Politik Militer 1945-2004 (Yogyakarta: LKIS, 2005)
Alftra Salam, Peran TNI Manunggal Dalam Pembangunan Desa (Bandung: Rosda Karya, 2007)
Ali, Muhammad. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa
Anggraini, Yunita, Tjahjanulin Domai, dan Abdullah Said. 2015. Implementasi Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (Pdpt) Dalam Upaya Pembangunan Wilayah Pesisir (Studi Di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Publik. Volume 3: Nomor 11 (2015).
Anselm S. Juliet C. 2009. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Badan Pusat Statistik Jawa Timur. 2015. Profil Kemiskinan Jawa Timur Maret, 2015.
Badan Pusat Statistik Jawa Timur. 2015. Jawa Timur Dalam Angka, 2015.
Baswir, R. 1997. Agenda Ekonomi Kerakyatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Berg, B.L. 2001. Qualitative Research Methods for the Social Sciences (4th edition). Pearson Education Company Needham Heights.
Damardi, Hamid. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta,
Dinas Kelautan dan Perikanan. 2016. Rencana Kerja Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Malang Tahun 2016. Kabupaten Malang: Dinas Kelautan dan Perikanan
Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur. 2013. Statistik Perikanan Jawa Timur. 2013
Dahuri, R, J. Rais, S. P. Ginting dan M. J. Sitepu. 1996. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramita
Eko, Sutoro. 2014. buku pintar: kedudukan dan kewenagan desa. Yogyakarta: FPPD.
Food and Agriculture Organization of the United State (FAO).2 015. The Impact of Disasters on Agriculture and Food Security. FAO: Italy.
Harmadi, Sonny Hari. Nelayan Kita. Kompas 19 November 2016.
Harmoni, A. 2005. Dampak Sosial Ekonomi Perubahan Iklim. Prosiding seminar pada Seminar Nasional PESAT 2005, Jakarta, 23-24.
Hukom, E. dkk. 2012. Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Optimasi Ketersediaan Air di Irigasi Way Mital Propinsi Maluku. Jurnal Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Volume 3(1), 24-32
Hudaya, D. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan di Indonesia. Skripsi S1 Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.
http://www.antaranews.com/berita/531982/perubahan-iklim-kikis-mata-pencaharian-sektor-pangan (diakses pada tanggal 23 November 2016)
http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/show/pentingnya-informasi-geospasial-untuk-menata-laut-indonesia (diakses pada tanggal 23 November 2016)
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 45 Tahun 2011 Tentang Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia
Kementerian PPN/Bappenas. 2014. Kajian Strategi Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Tahun 2014. Jakarta
Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Meiviana, A. Dkk. 2004. Bumi Makin Panas: Ancaman Perubahan Iklim di Indonesia. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Nasution. 1988. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Prianto, E. 2005. Proseding Fenomena Aktual Tema Doktoral Arsitektur dan Perkotaan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2014. Kelautan dan Perikanan dalam Angka Tahun 2014.
Rasyid. 2011. Proseding Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Pesisir Kabupaten Takalar. Hasil Penelitian Fakultas Teknik. Volume 5: Desember 2011.
Rositasari, R. dkk. 2011. Kajian dan Prediksi Kerentanan Pesisir Terhadap Perubahan Iklim: Studi Kasus di Pesisir Cirebon. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Volume 3 (1), 52-64.
Saputra, Rizki Rahmana. 2016. Politik dan Kemiskinan: Studi Kasus di Enam Kecamatan Wilayah Pesisir Kab. Malang. Skripsi: Ilmu Politik Univ. Brawijaya Malang.
Saryono. 2010. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Nuha Medika
Sumodiningrat, G. 1998. Membangun Perekonomian Rakyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar bekerja sama dengan IDEA.
United Nation Development Program. 2007. Sisi Lain Perubahan Iklim: mengapa Indonesia harus beradaptasi untuk melindungi rakyat miskinnya. UNDP.
www.sinarharapan.co/news/read/151102572/tingkat-kematian-nelayan-indonesia-memprihatinkan (diakses pada tanggal 1 Februari 2017)







