MODEL ROTASI KERJA MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KEBOSANAN
DOI:
https://doi.org/10.36456/wahana.v68i1.632Abstract
Memasuki dunia global seperti saat ini, pengembangan sumber daya manusia perlu mendapat perhatian, karena tidak jarang kinerja karyawan mengalami fluktuasi. Fluktuasi kinerja merupakan permasalahan yang banyak dihadapi oleh perusahaan/ organisasi. Apabila hal ini berulang secara terus-menerus dan tidak ada pengendalian yang baik oleh perusahaan maka akan berdampak pada produktivitas dan pencapaian tujuan lainnya. Faktor penyebab fluktuasi kinerja karyawan diantaranya adalah kesalahan penempatan karyawan pada tugas kerja dan faktor kebosanan yang dialami oleh karyawan. Pendekatan yang efektif untuk permasalahan ini salah satunya adalah dengan rotasi kerja. Oleh sebab itu, penelitian ini bermaksud membuat suatu model rotasi kerja dengan kebosanan sebagai faktor pertimbangan. Secara garis besar penelitian terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap penelitian pendahuluan, tahap pembuatan model matematis, dan tahap percobaan numerik. Penelitian ini menggunakan integer programming dengan produktivitas sebagai fungsi tujuan. Hasil percobaan numerik menunjukkan bahwa rotasi kerja yang mempertimbangkan faktor kebosanan memberikan hasil yang baik dari segi produktivitas dan fungsi kendala. Kata kunci : Manajemen Sumber Daya Manusia, Kinerja Karyawan, Rotasi Kerja, Kebosanan, Integer Programming.References
Anastasi, A. (1989), Bidang-Bidang Psikologi Terapan. Penerbit : Rajawali Press, Jakarta.
Azizi, N. (2009), Manufacturing Productivity Improvement: A Study of Human Boredom, Job Rotation and Scheduling. Disertasi Ph.D., University of Ottawa, Ontario, Canada.
Eiselt, H.A. dan Marianov, V. (2008), “Employee positioning and workload allocationâ€. Computers and Operations Research, Vol. 35, hal. 513-524.
Jahandideh, S. (2012), Job Scheduling Considering Both Mental Fatique and Boredom. Thesis, University of Ottawa, Ottawa.
Kaymaz, K. (2010), “The effects of job rotation practices on motivation: a research on managers in the automotive organizationsâ€. Business and Economics Research Journal, Vol. 1, No. 3, hal. 69-85.
Pardede, Y.O.K. (2009), “Kebosanan kerja pada karyawan pabrik unit peleburanâ€. Jurnal Psikologi, Vol. 2, No. 2.
Rahayu, N.I. (2015), Model Rotasi Pekerjaan Berdasarkan Faktor Ergonomi. Tesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Saravani, S.R. dan Abbasi, B. (2013), “Investigating the influence of job rotation on performance by considering skill variation and job satisfaction of bank employeesâ€. Int. J. Technical Gazette, Vol.20, hal. 473-478.
Setiawan, D. (2014), Model penjadwalan tenaga kerja mempertimbangkan faktor ergonomi. Tesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Susihono, W. (2014), “Assessment kebosanan kerja karyawan sebagai dasar evaluasi kinerja aspek task, organisasi dan lingkungan perusahaan; studi kasus di kawasan industri Tangerang-Bantenâ€. Simposium Nasional, RAPI XIII-FT UMS.







