Pengaruh Terapi Massage Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Tungkai Pada Mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan
DOI:
https://doi.org/10.36456/dmh0vf37Abstract
Penurunan kekuatan otot tungkai merupakan salah satu permasalahan yang umum terjadi pada mahasiswa keolahragaan akibat tingginya intensitas aktivitas fisik dan kurang optimalnya metode pemulihan yang digunakan. Terapi massage dikenal sebagai salah satu metode pemulihan yang dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempercepat pemulihan jaringan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi massage terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai secara akut. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 80 mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kekuatan dilakukan dengan menggunakan leg dynamometer sebelum dan sesudah intervensi massage yang terdiri atas teknik effleurage, petrissage, dan shaking. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata kekuatan otot tungkai setelah terapi massage, namun uji paired sample t-test menunjukkan hasil yang tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi massage tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan otot tungkai dalam jangka pendek, meskipun peningkatan deskriptif menunjukkan adanya potensi manfaat untuk dijadikan metode pemulihan alternatif












