MINAT MAHASISWA TERHADAP HASIL JADI BUSANA COCKTAIL MENGGUNAKAN BAHAN KAIN BENANG BINTIK KALIMANTAN TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.36456/paxjf364Keywords:
Minat Mahasiswa, Busana Cocktail, Kain Benang Bintik, Budaya Lokal, Desain ModernAbstract
Kain Benang Bintik merupakan warisana budaya Kalimantan Tengah yang masih kurang dikenal, khususnya oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat mahasiswa terhadap hasil jadi busana cocktail berbahan kain Benang Bintik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode survei terhadap 64 mahasiswa Program Studi PVKK Tata Busana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan bahwa minat mahasiswa tergolong tinggi dengan rata-rata skor 23,63 dari rentang skala 9-30. Hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kualitas budana cocktail terhadap minat mahasiswa, dengan nilai signifikan 0,000 dan koefisien regresi sebesar 0,408. Nilai determinasi (R²) sebesar 0,964 menunjukkan bahwa 96,4% variasi minat mahasiswa dipengaruhi oleh kualitas hasil jadi busana. kesimpulannya ialah desain busana cocktail yang menggabungkan unsur budaya lokal dan gaya modern mampu menarik minat mahasiswa serta dapat menjadi strategi pelestarian kain tradisional melalui pendekatan fesyen kontemporer.
References
Anantha, R. (2020). Styling Busana Cocktail sebagai Adaptasi New Normal Era.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Asbah, A. (2017). Seni dan Budaya Dayak Kalimantan Tengah. Palangka Raya: BPK.
Budihardjo, S. (2005). Estetika dalam Desain Busana. Jakarta: Cita Kreasi.
Djanuar, E. (2011). Makna Warna dalam Budaya Tradisional Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada Press.
Ertischek, L. (2024). Apa Itu Busana Koktail? Panduan Aturan Berpakaian untuk Pria & Wanita. Diakses dari https://suitshop.com/blogs/news/what-is-cocktail-attire/
Ghozali, I., & Ratmono, D. (2017). Analisis Multivariat dan Ekonometrika: Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.
Gujarti, D. N. (2006). Dasar-dasar Ekonometrika. Jakarta: Erlangga.
Kartodirdjo, S. (1992). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Gramedia.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran (Edisi 13). Jakarta: Erlangga.
Pratiwi, D. O., Yuningsih, S., & Perancangan, L. B. (2022). Motif Benang Bintik. Jurnal MODA, 4(2), 45–56. https://doi.org/10.37715/moda.v4i2.3161
Rahmawti Nur, P. N. (2017). Benang Bintik, Motif Batik Khas Dayak Kalimantan Tengah. Palangka Raya: Pemerintah Daerah Kalteng.
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Malang: CV. IRDH.
Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Sardiman, A. M. (1990). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekadijo, R. G. (2000). Pariwisata sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Bangsa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Walgito, B. (2002). Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset.
Wolfe, M. (1999). Fashion Design. New York: Prentice Hall.
WWF Indonesia. (2013). Masyarakat di Heart of Borneo: Menjaga Hutan dan Budaya Dayak. Jakarta: WWF Indonesia.
Yosephine, S. (2013). Fashion Sebagai Media Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Mode dan Budaya, 2(1), 45–52.
Zuhny Khayati, E., & Widarwati, S. (1998). Karakteristik Busana Cocktail. Jakarta: Kemdikbud.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 BUGARIS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




