HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI DENGAN MENYUSUI SECARA DINI DI RSIA PRIMA HUSADA SIDOARJO
DOI:
https://doi.org/10.36456/embrio.vol4.no0.a1243Keywords:
Pemberian ASI dini, Pengetahuan Manfaat ASIAbstract
Air susu ibu merupakan makanan paling baik untuk bayi, juga terbukti dapat mencegah
penyakit pada bayi dan memberi manfaat bagi ibu, keluarga dan masyarakat. Namun cakupan
ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang manfaat
ASI menyebabkan ibu mudah beralih kepada pemberian susu formula dengan berbagai alasan
antara lain : produksi ASI kurang, ibu bekerja, ingin dianggap modern dan pengaruh orang lain.
Tujuan dari penelitian ini : menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASI
dengan menyusui secara dini di RSIA Prima Husada Sidoarjo
Metode yang digunakan dalam penelitian ini : merupakan metode penelitian deskriptif
obsevasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 orang ibu nifas yang di
rawat di RSIA Prima Husada Sidoarjo. Variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang manfaat
ASI dan karakteristik ibu nifas, sedangkan variabel terikatnya adalah pemberian ASI secara
dini. Lembar kuisoner digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah diukur validitas dan
reliabilitasnya dan selanjutnya data dianalisis dengan chi-ssquare test dengan bantuan
komputer program SPSS
Hasil penelitian : Sebagian ibu nifas (63,3%) tingkat pengetahuannya tentang manfaat ASI
termasuk katagori kurang, lebih dari separuh ibu nifas di RSIA Prima Husada (56,7%) tidak
memberikan ASI secara dini. Hasil analisis statisti menunjukkan bahwa tingkat penetahuan ibu
nifas tentang manfaat ASI berhubungan signifikan dengan menyusui secara dini (p<α 0,05)
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASI
dengan menyusui secara dini. Hendaknya bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan
promosi ASI eksklusif dan tidak memperkenalkan atau menganjurkan pad ibu menyusui untuk
membarikan susu formula sebagai pengganti ASI, dan hal ini dapat dimulai sejak ibu hamil
memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan
References
Depkes RI, 2008, Paket Modul Kegiatan
Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif
Bulan, Dirjen Binkesmas Depkes RI,
Jakarta
Depkes RI. 2007. Pedoman penyelenggaraan
pelatihan konseling menyusui dan
pelatihan fasilitator konseling
menyusui.
Direktorat Jenderal Bina Kesehatan
Masyarakat. Jakarta
Indrarti MT. 2007. Panduan Lengkap
Kehamilan, persalinan dan Perawatan
Bayi. Cetakan V. Yogyakarta:
Diagnosa Media
Kemenkes RI. 2008. Panduan Pelaksanaan
Strategi Making Pregnancy Safer dan
Child Survival. Jakarta: Kemenkes RI;
Kemenkes RI. 2010. Riset Kesehatan Dasar.
Jakarta: Badan Peneliti dan
Pengembangan Kesehatan Kemenkes
RI
Kemenkes RI.. 2005. Kebijakan Menteri
Kesehatan tentang Peningkatan
Pemberian ASI Pekerja Wanita.
Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. 2004. Permenkes RI nomor
/MENKES/SK/IV/2004 tentang
Pemberian ASI secara Eksklusif pada
Bayi di Indonesia. Jakarta.
Kemeneg RI. 2010. Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak.
Penerapan 10 Langkah Menuju
Keberhasilan Menyusui. Peraturan
Mentei Nomor 03 Tahun 2010.
Jakarta: Kemenag RI PP dan PA.
Notoatmodjo Soekidjo, Promosi Kesehatan
dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka
Cipta; 2007. (2003), KONSEP DAN
Penerapan metodelogi Penelitian Ilmu
Keperawatan, Salemba Medika,
Jakarta
Nuchsan Umar L. (2009). ASI Eksklusif
Menjelang Indonesia Sehat 2010,
Cermin Dunia Kedokteran 168/vol.36
no.2/Maret – April2009




