PENGARUH PENYULUHAN KANKER PAYUDARA TERHADAP MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI ) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KIRANA SIDOARJO, 2014)
DOI:
https://doi.org/10.36456/embrio.vol6.no.a1319Keywords:
penyuluhan, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), minatAbstract
Insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 orang perempuan. Kurangnya pengetahuan mengenai kanker payudara, mengakibatkan sekitar 70% kasus kanker di Indonesia datang dan menjalani pemeriksaan pada stadium lanjut. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dapat mendeteksi ca payudara. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kanker payudara terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di RSIA Kirana Sidoarjo
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental jenis one group pre test-post test design dengan pengambilan sampel secara accidental, pada tanggal 9 s/d 15 Juni 2014 dan diperoleh sampel sebanyak 43 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pelaksanaan penyuluhan dengan Instrumen kuesioner dan materi penyuluhan. Analisis statistic dengan Wilcoxon Test dengan bantuan komputer
Hasil penelitian diketahui rata-rata skor minat sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yaitu 51,8. Sedangkan berdasarkan kategori minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri diketahui bahwa lebih dari separuh wanita usia subur mempunyai minat kategori cukup (31 orang atau 72,1%). Setelah diberikan penyuluhan tentang kanker payudara dan SADARI selama 1 jam, menunjukkan adanya peningkatan minat wanita usia subur untuk melakukan SADARI yaitu sebanyak 20 orang atau 46,5%. Hasil uji statistik diketahui bahwa pemberian penyuluhan kanker payudara mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada WUS di RSIA Kirana Sidoarjo (p<α 0,05). Disarankan kepada para pihak rumah sakit agar memberikan informasi kepada setiap pengunjung rumah sakit terutama wanita usia subur tentang kanker payudara dan SADARI melalui leaflet, poster atau secara langsung melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) secara rutin
References
Andrews, Gilly. 2012. Buku Ajar
Kesehatan Reproduksi Wanita.
Jakarta : EGC
Ibrahim et.,al. 2003. Penyuluhan dan
Konseling. Jakarta: Graha Ilmu
Layton, handoyo. 2001. Definisi minat.
http://www.fisioterapimakassar.
info/ defenisi-minat.html.
diakses tanggal 25 februari
Mendatu, A. 2007. Pendidikan
Multikultur.
http://smartpsikologi.blogspot.c
om. Diakses tanggal 25
februari 2014.
Ngalim, Purwanto. 2006. Psikologi
Pendidikan. Bandung : PT.
Remaja Rosda karya.
Notoatmodjo, Soekijdo. 2010.
Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta.
_________________. 2007. Promosi
kesehatan dan ilmu perilaku.
Jakarta : Rineka Cipta
NS Sallika. 2010. Serba-Serbi
Kesehatan Perempuan. Jakarta:
Bukune.
Nurcahyo, Jalu. 2010. Awas bahaya
kanker rahim dan kanker
payudara. Yogyakarta: Wahana
Totalita Publisher.
Nursalam. 2009. Konsep Dan
Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.
Rasjidi, Imam. 2010. 100 Questions
And Answer Kanker Pada
Wanita. Jakarta : PT Elex Media
Komputindo.
Riskesdas, 2007. www.
Riskesdas.com. Diakses
tanggal 25 februari 2014.
Rosetha, Sara. 2009. Pemeriksaan
Payudara Sendiri. Jakarta :
Bukune
Setiana, L. 2005. Teknik Penyuluhan
dan Pemberdayaan
Masyarakat. Bogor : Ghalia
Indonesia
Shaleh, Abdul Rahman. dan Wahab
Muhbid Abdul. 2004. Psikologi
pendidikan. Jakarta: Sinar
Grafik.
Soemitro, Monty dan Hermawan
Aksan. 2012. Blak-blakan
Kanker Payudara. Bandung:
Qanita.
Soedijarto. 2008. Landasan dan Arah
Pendidikan Nasional Kita.
Jakarta : Kompas
Sutjipto. 2001. Jurnal.
http.www.depdiknas.go.id.
Diakses tanggal 24 februari
Tilong, Adi. 2012. Cegah Kanker
dengan Anggur. Sampangan:
Diva Press.
Varney, Helen, dkk. 2008. Buku Ajar
Asuhan Kebidanan Edisi 4 Volume 2.
Jakarta : EGC




