PERBEDAAN RASA NYERI PADA KALA I FASE AKTIF TERHADAP IBU BERSALIN DENGAN DILAKUKAN MASSASE PUNGGUNG DAN TIDAK DILAKUKAN MASSASE PUNGGUNG (STUDI KASUS DI BPS. KISWORO PRATIWI SURABAYA).
DOI:
https://doi.org/10.36456/embrio.vol4.no0.a1256Keywords:
Ibu Bersalin Kala I, Rasa Nyeri, Massase PunggungAbstract
Nyeri persalinan adalah rasa tidak nyaman selama persalinan yang bersifat alami. Rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu ketika menghadapi persalinan pada kala I fase aktif ini adalah manisfestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim yang berlangsung semakin lama semakin kuat. Massase punggung merupakan teknik terapi nyeri non farmakologi yang paling sederhana dengan menggunakan sentuhan atau menggosok bagian tubuh yang nyeri pada kala I fase aktif dalam proses persalinan. Desain penelitian menggunakan rancangan analitik. Alat ukur yang digunakan adalah face scale yaitu skala wajah. Sampel berupa purposive sample dengan jumlah populasi 36 orang dan besar sample 28 orang. Interument penelitian menggunakan kusioner, interview dan lembar observasi. Perbedaan rasa nyeri pada kala I fase aktif terhadap ibu bersalin dengan dilakukan massase punggung dan tidak dilakukan massase punggung di analisa menggunakan uji non parametrik Chi Square dengan kemaknaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa : sebagian besar ibu bersalin dengan dilakukan massase punggung mengekspresikan nyerinya dengan respon nyeri ringan sampai sedang, sedangkan tidak dilakukan massase punggung mengekspresikan nyerinya dengan respon nyeri berat, sangat berat dan nyeri tidak tertahankan. Hasil uji non parametrik Chi Square, didapatkan hasil : X2 hitung > X2 tabel, disimpulkan terdapat perbedaan ambang nyeri pada responden dengan dilakukan massase punggung dan tidak dilakukan massase punggung. Saran yang dapat diberikan kepada para bidan, massase punggung ini dapat dilakukan pada setiap pasien dalam proses persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu
References
Bobak, louwdermik, Jensen. (2004).
Keperawatan Maternitas. Jakarta :
EGC
Danuatmaja, B dan Meiliasari, M. (2004).
Persalinan Normal Tanpa Rasa
Sakit. Jakarta : EGC
Iing Yuli Indrawati. (2009). Karya Tulis
Ilmiah Pengaruh Masase Punggung
Terhadap Penurunan Intensitas
Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Di Bidan Praktek Swasta Ngadilah
Amd. Keb Kecamatan Pakis
Kabupaten Malang
Hidayat, A Aziz Alimul. (2007). Metode
Kebidanan dan Teknik Analisa
Data. Jakarta : Salemba Medika. Long c, Barbara. (2006). Perawatan
Medikal Bedah. Jakarta : EGC
Mander, R. (2012). Nyeri Persalinan.
Jakarta : EGC
Notoatmojo, Sukidjo. (2010). Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta :
Rineka Cipta Tamsuri, Anas.
(2006). Konsep Dan
Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta :
EGC
Judha,dkk, (2012). Teori Pengukuran
Nyeri & Nyeri
Persalinan.yogyakarta : Muha
Medika JNPK-KR. (2007).
JNPK – KR (2007), Asuhan Persalinan
Normal, Jakarta : JNPK - KR




