PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS BANGKALAN

Authors

  • Anis Nur Laili
  • Rodiyatun

DOI:

https://doi.org/10.36456/embrio.vol10.no1.a1433

Keywords:

Budaya Patriarki, Keteraturan Kunjungan, Antenatal Care

Abstract

Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, hingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, dengan frekuensi kunjungan minimal 4 (empat) kali selama kehamilan. Menurut Ditjen Bina Gizi dan KIA, Kemenkes RI tahun 2013, cakupan K1 mengalami penurunan dari 96,84% menjadi 95,25% dan cakupan K4 juga mengalami penurunan dari 90,18% menjadi 86,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, indikator kinerja cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 padatahun 2013 belum dapat mencapai target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan, yakni sebesar 93%.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain yang digunakan adalah cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya patriarki terhadap keteraturaan pemeriksaan ANC. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan. Populasi dalam penelitian ini 41 ibu hamil. Dalam hal ini peneliti menggunakan jenis Probability Sampling dengan teknik Systematic Random Sampling dimana setiap pasien yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sesuai dengan jumlah pasien/ibu hamil pada  register (Kohort) ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariate yang dilakukan terhadap masing-masing variabel dari hasil penelitian dan analisis bivariat dengan tabel silang digunakan untuk melihat gambaran pengaruh variabel independen dan dependen yaitu budaya patriarki dan keteraturan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Selanjutnya dilakukan uji Chi-Square dengan tingkat kesalahan 0,5.

Hasil penelitian ini memperlihatkan hasil didapatkan nilai þ: 0,075 > α 0,05 maka tidak ada pengaruh budaya patriarki terhadap keteraturan pemeriksaan kehamilan. Perlu adanya upaya optimalisasi program kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan (ANC) dengan mempermudah akses layanan ANC, memberikan penyuluhan lapangan secara lebih detail dan informatif tidak hanya kepada ibu hamil tetapi juga suami dan anggota keluarga lainnya, serta menghargai budaya yang dianut masyarakat setempat yang tidak mempengaruhi kesehatan

References

Baihaqi, A. 2015. Pengertian dan Karakteristik Nilai. Jakarta:Salemba Medika.

Holid.E.Mohammad, Dkk, (2013), Kebudayaan Masyarakat Madura, Universitas Islam Madura, Fakultas Fkip, Jurusan Ppkn, Pamekasan

Manuaba, I.C., Manuaba, I.B.F., & Manuaba, I.B.G. (2008).Buku Ajar Patologi Obstetri, EGC, Jakarta.

Prawirohardjo, S. & Wiknjosastro, H. 2005.IlmuKebidanan. Yayasan Bina Pustaka, Jakarta.

Romauli,S. 2011. Asuhan Kebidanan Yogyakarta : Numed.

Ruthven, K.K. 1984. Feminist Literary Studies: An Introduction. University of Cambridge: Press Syndicate.

Saadawi, Nawal El. 2011. Perempuan dalam Budaya Patriarki. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Suyanto dan Ummi Salamah. 2009. Riset Kebidanan. Jogjakarta : Nuha Offset.

Sulistyawati, A.2009. Asuhan Kebidanan pada Masa kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.

Setiadi, Elly M., Hakam, KA., Effendi, R. 2007. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta:Kencana Prenada Media Group.

Sudibyo, L., Sudiatmi, T., Sudargono, A., Triyanto, B. 2013.Ilmu Sosial Budaya Dasar.Yogyakarta. Andi Offset.

Sulaeman, M. 2012. Ilmu Budaya Dasar: Pengantar ke Arah Ilmu Sosial Budaya Dasar/ISBD/Social Culture. Bandung. Refika Aditama

Published

2018-05-24

How to Cite

Laili, A. N., & Rodiyatun. (2018). PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS BANGKALAN. EMBRIO: Jurnal Kebidanan, 10(1), 13-19. https://doi.org/10.36456/embrio.vol10.no1.a1433