PENGARUH EDUKASI METODE WISH AND CARE PROGRAM TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
PENGARUH EDUKASI METODE WISH AND CARE PROGRAM TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
DOI:
https://doi.org/10.36456/embrio.vol11.no1.a1843Keywords:
Deteksi Dini, Kanker Serviks, Wish and Care ProgramAbstract
Penyakit yang paling membahayakan dan juga berdampak fatal apabila ada keterlambatan dalam penanganannya yaitu Kanker Serviks. WHO menunjukkan bahwa di seluruh dunia terdapat 7.9 juta orang meninggal dikarenakan akibat adanya kanker yang diderita pada diri seseorang. Dari Departemen Kesehatan penyakit Kanker Serviks yang dialami oleh setiap wanita 100 per 100.000 penduduk pertahun. Dengan adanya kejadian ini, deteksi kanker serviks sangat dibutuhkan sekali sebagai upaya deteksi dini adanya kanker serviks. Maka dari itu peneliti tertarik meneliti dengan judul pengaruh edukasi metode wish and care program terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks.
Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre post design with a compariso groups, untuk pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji Mc. Nemar dengan tujuan mengetahui adanya perbedaan diantara dua kelompok pre dan post setelah diberikan edukasi. Analisa multivariat penelitian ini menggunakan regresi logistik, variabel dependen pada penelitian ini tergolong kategorik.
Hasil penelitian ini menunjukkan faktor sangat dominan yang mempengaruhi perilaku ibu deteksi dini kanker serviks yaitu intervensi edukasi wish and care program dengan nilai yaitu p = 0,011 dan OR 3.053. Dengan hasil tersebut disimpulkan bahwa perlu adanya perilaku yang bisa dikembangkan dalam pemberian edukasi metode wish and care program sebagai metode untuk meningkatkan perilaku untuk deteksi dini kanker serviks. Dan adanya pengaruh metode tersebut.
References
Ackreson, (2007) Factors Influencing Cancer Screening Practices of Underserved Women. Nurse Parctitioners. Journal of The American Academy of Nurse.
Ariawan, I. (1999). Besar dan metode sampel pada penelitian kesehatan. Jakarta: Jurusan Biostatistik dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat, UniversitasIndonesia.
Budioro, B. (2012). Pengantar pendidikan (penyuluhan) kesehatan masyarakat. Edisi 2. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Dahlan, S. (2009). Langkah-langkah membuat proposal penelitian bidang kedokteran dan kesehatan. Seri 3 Edisi 2. Jakarta: Sagung Seto.
Hasbuan. (2005). Manajemen Sumber Daya. Edisi Revisi. Jakrta: Bumi Aksara.
Irna, G. (2017). Penderita Kanker Payudara Menurun, Kanker Rahim Meningkat.www.detikhealth.com/read 2019. Diunduh tanggal 13 Januari 2019.
Mubarak. (2009). ilmu kesehatan masyarakat: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.
Notoatmodjo. (2007). Metodologi Penelitian kesehatan. Edisi Revisi.Jakarta: PT. Rineka Cipta
Notoatmodjo. (2008). Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta.
Rahmayanti. (2009). Efektifitas Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Stimulasi Perkembangan Anak toddler di RSU Zaenal Banda Aceh.Tesis tidak dipublikasikan.
Sastroasmoro, S. Sofyan I. (2014). Dasar- Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Reka Cipta
Edisi ke-5: Jakarta. CV. Sagung S. Soeprihanto, J. (2010). Penelitian Kinerja dan Pengembangan Karyawan. Yogyakarta: BPFE.
Sugiyono. (2013). Statitika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Wahyuni, Sri. (2011). Menghasilkan Biogas Dari Aneka Limbah. Jakarta: PT Argro Media Pustaka.
Wall, K.M. (2015). Modifiable barries to cervical cancer screning adherence among working women in mexio. Journal of Women’s Health. Vol. 9. Number. 7. Mary Ann Liebert. Inc. Diunduh tanggal 30 Januari 2019.
Yatim, F. (2015). Penyakit Kandungan: Myoma, kanker rahim/ leher rahim dan idung telur, kista serta gangguan lainnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor.




