EFEKTIVITAS KONSELING INDIVIDU MENGGUNAKAN LATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENGURANGI ADIKSI GAME ONLINE PESERTA DIDIK
DOI:
https://doi.org/10.36456/helper.vol40.no2.a7493Keywords:
Keywords: Online Game Addiction, Individual Counseling, Emotion Regulation.Abstract
Abstrak
Kecanduan game online berupa penggunaan komputer atau smartphone untuk bermain game secara berlebihan dan terus menerus secara online akan menimbulkan masalah pada aspek sosial dan emosional serta pemain tidak dapat mengontrol permainan yang berlebihan tersebut. Konseling individu dengan menggunakan regulasi emosi membantu konseli memiliki kemampuan dalam mengevaluasi dan mengubah reaksi emosional dan tingkah laku tertentu yang sesuai dengan situasi yang sedang mereka rasakan,dari berbagai macam hal yang negative diubah ke hal yang positif. Rancangan penelitian yang dipakai dalam paenelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain single subject yang memungkinkan peneliti menentukan sampel penelitian sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu yang akan diteliti. Desain penelitian yang digunakan adalah single subject design yang menggunakan desain A-B selanjutnya dianalisis menggunakan analisis visual. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tingkat adiksi game online pada remaja/siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data diperoleh perubahan durasi waktu perilaku adiksi game online ditunjukkan pada fase baseline dan fase intervensi. Perubahan tersebut ditunjukkan dari adanya perubahan arah dan efeknya subjek NA,BI dan IZ semuanya menunjukkan positif. Kemudian pada level perubahannya pada ketiga subjek NA,BI dan IZ menunjukkan hasil yang membaik (+). Sedangkan presentase overlap perilaku adiksi game online subjek subjek IZ sebesar 0%, kemudian subjek NA,BI sebesar 8,33%.Dapat disimpulkan bahwa penerapan regulasi emosi berpengaruh /efektif menurunkan perilaku adiksi game online peserta didik.
Kata Kunci: Adiksi Game Online, Konseling individu, Regulasi Emosi
References
Adolescent. The Amsterdam School of Communications Research (ASCoR), University of Amsterdam, Amsterdam, The Netherlands. Version of record first published: 05 Mar 2009. Media Psychology, 12(1), 77–95.Alrefi. (2014). Penerapan Solution-Focused Counseling Untuk Peningkatan Perilaku Asertif. Universitas Pendidikan Indonesia.
Alyusi, S. D. (2019). Media sosial: Interaksi, identitas dan modal sosial. Prenada Media.
Arifuddin, M. (2015). Latihan Regulasi Emosi Pecandu Game Online. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Gross, J. J. (2013). Handbook of emotion regulation. Guilford publications.
Habsyi, S. A. (2015). Perbedaan Latihan Regulasi Emosi antara penghafal Qur’an 1-15 juz dan penghafal Qur’an 16-30 juz di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kraksaan, Probolinggo. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Hussain, Z. (2010). Online gaming and addiction: A psychosocial investigation using mixed methods. Nottingham Trent University (United Kingdom).
Ibrahim, A. (2019). Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Komunikasi Interpersonal Dan Interaksi Sosial Remaja. Universitas Airlangga.
Iqbratul, A. A. (2021). KONTROL SOSIAL ORANG TUA TERHADAP ANAK PECANDU GAME ONLINE DI KECAMATAN PAUH, KOTA PADANG. universitas andalas.
Irawan, S. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecanduan Game Online Peserta Didik. Jurnal Konseling Gusjigang, 7(1).
Lemmers, S. J. (n.d.). dkk.(2009). Development and Validation of a Game Addictions Scale of
Mawardah, M., & Adiyanti, M. G. (2014). Latihan Regulasi Emosi dan kelompok teman sebaya pelaku cyberbullying. Jurnal Psikologi, 41(1), 60–73.
Mayangsari, E. D., & Ranakusuma, O. I. (2014). Hubungan Latihan Regulasi Emosi dan kecemasan pada petugas penyidik POLRI dan penyidik PNS. Jurnal Psikogenesis, 3(1), 13–27.
Meyer, S., Raikes, H. A., Virmani, E. A., Waters, S., & Thompson, R. A. (2014). Parent emotion representations and the socialization of emotion regulation in the family. International Journal of Behavioral Development, 38(2), 164–173.
Mulyana, O. P., Izzati, U. A., Budiani, M. S., & Dewi, N. W. S. P. (2020). Pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan strategi Latihan Regulasi Emosi pada mahapeserta didik Psikologi FIP Unesa yang terdampak Pandemi Covid-19. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(3), 249–261.
Rizqa, N. N. (n.d.). Gambaran Kecanduan Game Online Pada Remaja Di Wilayah Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Nisfiannoor, M., & Kartika, Y. (2004). Hubungan antara Latihan Regulasi Emosi dan penerimaan kelompok teman sebaya pada remaja. Jurnal Psikologi, 2(2), 160–178.
Novrialdy, E. (2019). Kecanduan Game Online pada remaja: Dampak dan pencegahannya. Buletin Psikologi, 27(2), 148–158.
Prahmana, R. C. I. (2021). Single Subject Research (Teori dan Implementasinya: Suatu Pengantar). Yogyakarta: UAD Press.
Putri, I. A. (n.d.). Efektivitas Model Pembelajaran SETS (Science Environment Technology Society) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Peserta didik Berkemampuan Rendah Materi Pokok Zat TUnggal dan Campuran (Single Subject Research). Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Rahman, J. O., & Nursalim, M. (2021). Studi kepustakaan faktor-faktor penyebab kecanduan Game Online “mobile legends” pada peserta didik sekolah menengah atas. Jurnal Bk Unesa, 12(1).
Santoso, Y. R. D., & Purnomo, J. T. (2017). Hubungan kecanduan Game Online Dota 2 terhadap penyesuaian sosial pada remaja. Pax Humana, 4(1), 27–44.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Rifqoh Safinatun Najah, Wiryo Nuryono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Template Jurnal Helper















