ANALISIS KEJENUHAN ATLET KARATE PENGGUNA ALAT BANTU PUSH UP BOARD PADA SESI LATIHAN
DOI:
https://doi.org/10.36456/helper.vol41.no1.a8383Keywords:
Karate, Kejenuhan, Otot, Push up board, Stress ReleaseAbstract
Kejenuhan pada atlet biasanya terjadi karena monotinitas aktivitas sehari-hari, sehingga tuntutan yang dihasilkan dari periode stresor pelatihan yang berlebihan. Salah satu peralatan yang dapat membantu mengatasi kejenuhan yaitu push up board. Push up board memberikan inovasi dan fasilitas kepada atlet untuk dapat berlatih menggunakan alat-alat ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejenuhan pada atlet karate melalui penggunaan alat bantu push up board. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, wawancara dilakukan pada 10 atlet karate di Dojo Basecamp SMAN 1 Kandat. Hasil wawancara kemudian dianalisis secara mendalam untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa push up board berhasil dikembangkan dengan desain untuk membantu membentuk dan memaksimalkan otot tricep dan bicep brachii dengan mode papan plastik kokoh dan tebal serta efisien. Papan dengan kode warna yang berbeda menargetkan otot-otot yang bekerja. Sistem push up “Plug and Press” tugas berat dengan berbagai posisi dan sudut yang memahat dan memaksimalkan tubuh bagian atas. Membangun kekuatan dengan sistem push up inovatif ini menuntun melalui latihan kekuatan dan kebugaran tubuh total. Push up board secara signifikan mengurangi kejenuhan latihan serta sebagai media stress release yang efektif pada atlet karate.
References
Atousa, G. D., & Sheykhshabani, S. H. (2012). Double-edged sword of sport: do sport exercises have positive effect on mental health. Depression, 12, 9-51.
Durand-Bush. (2001). The Ottawa mental skills assessment tool (OMSAT-3*). The sport psychologist, 15(1),, 1-19.
Enzmann, D., & Schaufeli. (1998). Dimensionality and validity of the Burnout Measure. Journal of occupational and organizational psychology, 71(4), 331-351.
Fisherl, C. D. (1993). Boredom at work: A neglected concept. Human relations, 46(3), , 395-417.
Gustafsson, H., Hancock, D. J., & Côté, J. (2014). Describing citation structures in sport burnout literature: A citation network analysis. Psychology of Sport and Exercise, 15(6), 620-626.
Gustafsson, H., Sagar, S. S., & Stenling, A. (2017). Fear of failure, psychological stress, and burnout among adolescent athletes competing in high level sport. Scandinavian journal of medicine & science in sports, 27(12),, 2091-2102.
Putra, T. S., Arwandi, J., Irawan, R., & Yendrizal, Y. (2023). Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai, Keseimbangan Dan Koordinasi Mata-Kaki Terhadap Kemampuan Shooting. Gladiator, 3(1), 16-32.
Sardiman, A. M. (1986). Interaction and Motivation for Learning and Teaching. . Jakarta: Raja. Grafindo Persada.
Tainsky, S., & Babiak, K. (2011). Professional athletes and charitable foundations: An exploratory investigation. . International Journal of Sport Management and Marketing, 9(3-4), 133-153.
Waluya, B. (2007). Sosiologi: Menyelami fenomena sosial di masyarakat. PT Grafindo Media Pratama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Yuyun Aprilia, Nora Yuniar Setyaputri, Galang Surya Gumilang, Budiman Agung Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Template Jurnal Helper















