PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.36456/inventa.7.2.a8739Keywords:
implementasi, berdiferensiasi, sekolah dasarAbstract
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pengajaran yang berfokus pada kebutuhan belajar individu siswa. Diferensiasi mencakup pendekatan pengajaran yang responsif terhadap kebutuhan siswa dalam memahami materi pelajaran, dengan mempertimbangkan karakteristik, kemampuan, minat, gaya belajar, dan potensi akademis siswa. Tujuan utama guru dalam implementasi diferensiasi adalah memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa, menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, membimbing proses pembelajaran, serta melakukan penilaian berkelanjutan berdasarkan perkembangan akademis. Terdapat empat aspek diferensiasi yang dapat diatur oleh guru, yaitu isi materi, proses pembelajaran, produk akhir, dan lingkungan kelas atau iklim belajar. Guru memiliki kemampuan untuk mengkategorikan kebutuhan belajar siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil akademis. Dengan memberikan tugas sesuai dengan keterampilan dan pemahaman siswa, merangsang rasa ingin tahu atau minat mereka, serta memberi kesempatan untuk bekerja sesuai keinginan individu, pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
References
Amin, Y., Siswanto, J., Untari, M., & Kanitri, N. (2023). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Aspek Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 Sdn Pedurungan Kidul 01. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 08(1998).
Bahtiar, A. R. (2017). PRINSIP-PRINSIP DAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2). https://doi.org/10.26618/jtw.v1i2.368 DOI: https://doi.org/10.26618/jtw.v1i2.368
Baro’ah, S. (2020). Kebijakan Merdeka Belajar Sebagai Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Tawadhu, 4(1), 1063–1073. DOI: https://doi.org/10.15548/p-prokurasi.v1i1.3326
Faiz, A., Pratama, A., & Kurniawaty, I. 2022. Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Program Guru Penggerak pada Modul 2.1. Jurnal Basicedu, 6(2), 2846–2853. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2504
Hayati, M. N., Fatkhurrohman, M. A., & Waisah, W. (2020). Pengaruh POE berbasis Blended Learning Terhadap High Order Thingking Skill (HOTS) Peserta Didik SMP. E-Journal Ups, 4(januari 2020).
Marlina. (2019). Panduan Pelaksanaan Model Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusif. PLB FIP UNP.
Mestika, Z. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Ningtiyas, I., Santoso, K., & Setiawan, E. (2023). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Di Smp Ma’Arif Kota Batu. In Vicratina: Jurnal Ilmiah …. http://jim.unisma.ac.id/index.php/fai/article/view/21392
Puspitasari, V., Rufi’i, & Walujo, D. A. (2020). Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Model Diferensiasi Menggunakan Book Creator untuk Pembelajaran BIPA di Kelas yang Memiliki Kemampuan Beragam. Jurnal Education and Development Institut, 8(4).
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiated Instruction in Mixed-Ability Classrooms Alexandria. Association for Supervision and Curriculum Development.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





