REKONSTRUKSI KIDUNG BANYU PITU DALAM UPACARA SELAMATAN MEMIT

Authors

  • Melsya Firtikasari Universitas Pendidikan Indonesia
  • Tri Karyono Universitas Pendidikan Indonesia
  • Yudi Sukmayadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Rita Milyartini Universitas Pendidikan Indonesia
  • Irvan SP Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36456/JBN.vol7.no2.10140

Keywords:

rekonstruksi, kidung banyu pitu, upacara memitu, tradisi

Abstract

Kidung Banyu Pitu merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu. Kesenian ini memiliki keterkaitan erat dengan upacara selamatan Memitu atau Nujuh Bulanan yang mengandung nilai spiritual dan simbolis dalam kehidupan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman dan pergeseran budaya, praktik Kidung Banyu Pitu mengalami perubahan baik dalam bentuk penyajian maupun maknanya. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi Kidung Banyu Pitu dengan mempertahankan esensi budaya serta menyesuaikan dengan dinamika masyarakat modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis dan analisis semiotik guna mengungkap makna yang terkandung dalam Kidung Banyu Pitu serta relevansinya dengan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi Kidung Banyu Pitu dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan unsur religiusnya sekaligus menyederhanakan prosesi agar tetap relevan dan diterima oleh masyarakat kontemporer.

Downloads

Published

2025-03-30

How to Cite

REKONSTRUKSI KIDUNG BANYU PITU DALAM UPACARA SELAMATAN MEMIT. (2025). Jurnal Budaya Nusantara, 7(2), 73-81. https://doi.org/10.36456/JBN.vol7.no2.10140