Kuantifikasi Kekuatan Interaksi di Kawasan Aglomerasi Sukomoro: Analisis Konektivitas Antar Kecamatan Menggunakan Model Gravitasi dan Flow Map

Authors

  • Gloria Aprillianti Suryaretnaningtyas PWK ITN Malang
  • Muhammad Ichsan Hafizh PWK ITN Malang
  • Archangela Armando Girlani Vincentius PWK ITN Malang
  • Nabila Syarani Ruslan PWK ITN Malang
  • Natan Waskito Firtanto PWK ITN Malang
  • Titik Poerwati PWK ITN Malang
  • Kevie Desderius Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Kota Surabaya, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-3186-3461

DOI:

https://doi.org/10.36456/xxxzrs26

Keywords:

Interaksi Keruangan, Jombang, Konektivitas, Model Gravitasi, Peta Alir

Abstract

Perencanaan infrastruktur di kawasan aglomerasi Sukomoro terkendala oleh belum terukurnya pola interaksi antar kecamatan secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi kekuatan interaksi, mengidentifikasi konektivitas terkuat dan terlemah, serta memvisualisasikan pola spasial yang terbentuk. Metode yang digunakan adalah Model Gravitasi dengan variabel jumlah penduduk sebagai representasi "massa" dan jarak antar kecamatan sebagai "hambatan". Hasil analisis kemudian divisualisasikan menggunakan Peta Alir (Flow Map). Hasil perhitungan menunjukkan interaksi terkuat terjadi antara Kecamatan Sukomoro dan Gondang , sedangkan interaksi terlemah terjadi antara Sukomoro dan Bagor. Pola spasial yang terbentuk bersifat terpusat (centripetal), dengan Sukomoro sebagai inti. Temuan ini dapat menjadi dasar prioritasasi pengembangan infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan wilayah.

References

[1]. F. A. Ikhsan, S. Utaya, S. Bachri, A. Sugiarto, and A. E. Sejati, “Paradigma Filsafat Geografi Kontemporer: Kajian Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Keterampilan Sainstik,” Majalah Geografi Indonesia, vol. 38, no. 1, 2024.

[2]. N. Abdullah, N. Syam, and F. Surur, “Analisis Interaksi Keruangan dalam Mendukung Optimalisasi Pengembangan Potensi Wilayah Kepulauan,” Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, vol. 5, no. 1, pp. 55–64, 2021.

[3]. A. W. Purwita, R. Rustiyana, L. Judijanto, E. Tantrisna, M. C. Sjioen, F. Abdillah, and J. N. Tedja, Smart City: Konsep Dasar dalam Penerapan Sistem Perkotaan Berkelanjutan. Malang, Indonesia: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2025.

[4]. Y. Arifin, “POLICY PAPER: Strategi Penataan Ruang dan Perumahan di Kabupaten Konawe: Tantangan dan Peluang,” Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, vol. 2, no. 1, pp. 640–654, 2025.

[5]. Z. Nurhikmah, M. Manaf, and K. Aksa, “Penilaian Kesesuaian Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Terhadap Pemanfaatan Ruang Kota Sofifi Provinsi Maluku Utara,” Urban and Regional Studies Journal, vol. 7, no. 2, pp. 146–156, 2025.

[6]. R. Su, S. Dodge, and K. Goulias, “A classification framework and computational methods for human interaction analysis using movement data,” Transactions in GIS, vol. 26, no. 4, pp. 1665–1682, 2022.

[7]. T. M. Oshan, “The spatial structure debate in spatial interaction modeling: 50 years on,” Progress in Human Geography, vol. 45, no. 5, pp. 925–950, 2021.

[8]. C. Cheng, F. Zhang, J. Shi, and H. T. Kung, “What is the relationship between land use and surface water quality? A review and prospects from remote sensing perspective,” Environmental Science and Pollution Research, vol. 29, no. 38, pp. 56887–56907, 2022.

[9]. E. Ségard, P. Chervin, and L. Cambon, “Framework to support the transfer of innovative interventions in the disability field: Lessons from the transferability of complex interventions in public health: A review,” Disabilities, vol. 4, no. 3, pp. 724–740, 2024.

[10]. E. Bacon, M. D. Williams, and G. H. Davies, “On the combinatory nature of knowledge transfer conditions: A mixed method assessment,” Information Systems Frontiers, vol. 25, no. 3, pp. 1039–1061, 2023.

[11]. D. Handoko, A. D. Hariyanto, H. Adityasna, and F. Afrianto, “Spatial analysis of tourism economic networks in East Java: A modified gravity model approach with big data integration,” East Java Economic Journal, vol. 9, no. 2, pp. 185–211, 2025.

[12]. P. Nijkamp and W. Ratajczak, “Gravitational analysis in regional science and spatial economics: A vector gradient approach to trade,” International Regional Science Review, vol. 44, no. 3–4, pp. 400–431, 2021.

[13]. Y. Zhang, C. Cui, X. Lao, and J. Shen, “Multidimensional distance with hometown versus university: Which matters more in Chinese university graduate migration?,” Population, Space and Place, vol. 31, no. 8, p. e70119, 2025.

[14]. M. Hossain, R. Al Aziz, C. L. Karmaker, B. Debnath, A. M. Bari, and A. R. M. T. Islam, “Exploring the barriers to implement industrial symbiosis in the apparel manufacturing industry: Implications for sustainable development,” Heliyon, vol. 10, no. 13, 2024.

[15]. E. H. Korkut and E. Surer, “Visualization in virtual reality: A systematic review,” Virtual Reality, vol. 27, no. 2, pp. 1447–1480, 2023.

[16]. K. Laporte, Exploring the Potential of an Interactive Geoscience Teaching Application for Dynamically Visualizing 3D Terrain in Undergraduate Classrooms, Master’s thesis, Queen’s University (Canada), 2022.

[17]. L. T. Rohmah, F. Ferdiansyah, and M. R. Yanuar, “Analisis kerentanan banjir di Kota Tangerang menggunakan data geospasial terbuka: Integrasi topografi visual, jaringan sungai, dan penggunaan lahan untuk mendukung pengambilan keputusan tata ruang,” SAINSTECH: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi, vol. 35, no. 2, pp. 58–68, 2025.

Downloads

Published

2026-10-27