Transformasi Co-Working Space: Ruang Kerja Konvensional Menuju Ruang Kerja Inovasi Ekonomi Digital Berdasarkan Karakteristik Pemanfaatannya di Kawasan Perkotaan Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.36456/dwzmqa39Keywords:
Co-working Space, Karakteristik transformasi, ruang ekonomi komunitas, webscrapingAbstract
Perkembangan teknologi dan dinamika kegiatan masyarakat berdampak pada bergesernya pola hidup masyarakat. Pada masa lalu kegiatan bekerja dan berinteraksi dengan kelompok atau komunitas lain tidak menjadi gaya hidup, kegiatan bekerja dan sosialisasi seolah terpisah ruang dan waktu, tetapi saat ini pola kehidupan masyarakat sudah mengalami pergeseran. Pada awalnya, Co-Working Space merupakan tempat kerja yang digunakan bersama oleh beberapa orang untuk mendukung kegiatan bekerja. Saat ini Co-Working Space telah menjadi sebuah fenomena global, terutama di kawasan urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transformasi Co-Working Space dan karakteristik penggunanya, serta pemanfaatannya sebagai ruang ekonomi komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif statistik, dengan fokus kajian pada karakteristik perubahan fungsi ruang kerja bersama dari bentuk konvensional ke ruang inovasi berbasis digital untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Hasil dari penelitian ini berupa webscraping yang dihasilkan melalui gabungan dari metode webscraping dan GIS, transformasi Co-Working Space, pengguna dan aktor, kenyamanan dari Co-Working Space, dan pola pemanfaatannya.
References
[1] Parrino, L. (2015). Coworking: Assessing the role of proximity in knowledge exchange. Knowledge Management Research and Practice, 13(3), 261–271. https://doi.org/10.1057/kmrp.2013.47
[2] Sukirno, S., dan Junandi, S. (2021). Implementasi Coworking Space sebagai Pengembangan Fasilitas Perpustakaan Fakultas Kedokteran–Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. Media Pustakawan, 28(3), pp.180-189
[3] Avdikos, V., dan Iliopoulou, E. (2019). Creative Hubs in Question. In Creative Hubs in Question. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-10653-9
[4] Bouncken, R. B., Laudien, S. M., Fredrich, V., dan Görmar, L. (2018). Coopetition in coworking-spaces: value creation and appropriation tensions in an entrepreneurial space. Review of Managerial Science, 12(2), 385–410. https://doi.org/10.1007/s11846-017-0267-7
[5] Fuzi, A. (2015). Co-working spaces for promoting entrepreneurship in sparse regions: The case of South Wales. Regional Studies, Regional Science, 2(1), 462–469. https://doi.org/10.1080/21681376.2015.1072053
[6] Mariotti, I., Pacchi, C., dan Di Vita, S. (2017). Co-working Spaces in Milan: Location Patterns and Urban Effects. Journal of Urban Technology, 24(3), 47–66. https://doi.org/10.1080/10630732.2017.1311556
[7] Oswald, K., dan Zhao, X. (2020). What is a sustainable coworking space? Sustainability (Switzerland), 12(24), 1–21. https://doi.org/10.3390/su122410547
[8] Sperindé, S., dan Nguyen-Duc, A. (2020). Fostering open innovation in coworking spaces: A study of Norwegian startups. In Fundamentals of Software Startups: Essential Engineering and Business Aspects. https://doi.org/10.1007/978-3-030-35983-6_10
[9] Nisrina, A. dan Handoyo, A. (2021). Studi Coworking Space Bagi Milenial. Nature:National Academic Journal of Architecture, 8(2), pp.104-118. https://doi.org/10.24252/nature.v8i2a2
[10] Mahnuna, N. dan Alkis, C. (2021). Nilai-Nilai Coworking Space Dalam Mendukung Konsep Kota Kreatif (Studi Kasus: Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Plano Buana, Vol 1 No 2, April 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dhea Cahya Aprilia Putri, Putri Dinantian Trisafanda, Yusnia Baroroh, Birgita Samodra, Murni Dhiya Afiyah, Iwan Aminto Ardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










