PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA COBAN CIBLUNGAN KABUPATEN MALANG
Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36456/jpb.v4i1.7423Keywords:
Pariwisata, Coban Ciblungan, Aksesibilitas WisataAbstract
Sektor pariwisata merupakan sektor yang sedang dikembangkan di Indonesia, terutama pariwasata dengan keindahan yang disajikan oleh alam. Jurnal ini mengambil lokasi studi yang berada di Desa Sidorrenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Lokasi ini menawarkan potensi pariwisata yang masih belum terkelola dengan optimal, bahkan secara hukum belum ditetapkan secara sah sebagai lokasi pariwisata. Obyek pariwisata dalam lokasi studi ini adalah Coban Cibulangan. Keunggulan yang disajikan oleh lokasi ini adalah penampakan alam air terjun yang masih begitu asri dengan suasana yang sejuk. Namun dalam hal aksesbilitas serta fasilitas, lokasi ini masih belum memadai dan pengembangan lokasi lewat kerja sama antara pemerintah desa dengan investor belum ada, sehingga perlu pengelolaan dan perencanaan yang tepat untuk meningkatkan harga produk. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menggunakan beberapa metodologi penelitian yang terdiri atas observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, Analisa SWOT. Hasil yang diharapkan dari studi ini berupa perencanaan pengelolaan kawasan pariwisata Coban Ciblungan.
References
Basiya, R., & Rozak, H. A. (2012). Kualitas Dayatarik Wisata, Kepuasan Dan Niat
Kunjungan Kembali Wisatawan
Mancanegara Di Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Dinamika
Kepariwisataan, 11(2).
Darojat, I. (2021). Analisis Pengaruh Daya Tarik Wisata Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Berkunjung Ulang Dengan Kepuasan Pengunjung Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Citra Raya Water World). Dynamic
Management Journal, 5(1), 23-37.
De Fretes, R. A., Santoso, P. B., Soenoko, R., & Astuti, M. (2013). Strategi Perencanaan Dan Pengembangan Industri Pariwisata Dengan Menggunakan Metode Swot Dan Qspm (Studi Kasus Kecamatan Leitimur Selatan Kota
Ambon). Rekayasa Mesin, 4(2), 109118.
Diantasari, N. L. P. M. D., & Suryawan, I. B. Strategi Pengelolaan Air Terjun Peng Empu Sebagai Daya Tarik Wisata Alam Di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(2), 274-280.
Handoko, R. T. (2019). Pengembangan Air Terjun Dlundung Untuk Menjadi Destinasi Pariwisata Unggulan Di Kabupaten Mojokerto. Jurnal
Manajemen Pelayanan Hotel, 2(2), 93105.
Hermawan, H. (2017). Pengembangan Destinasi Wisata Pada Tingkat Tapak Lahan Dengan Pendekatan Analisis Swot.
Rangkuti, F. (2013). Swot–Balanced Scorecard. Gramedia Pustaka Utama.
Sopyan, S., & Widiyanto, I. (2015). Analisi Pengaruh Daya Tarik Wisata Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Berkunjung Ulang Pengunjung
Dengan Kepuasan Pengunjung Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Cagar
Budaya Gedung Lawang Sewu) (Doctoral Dissertation, Fakultas Ekonomika Dan Bisnis).
Sumarabawa, I. G. A., Wesnawa, I. G. A.,
& Astawa, I. B. M. (2015). Ketersediaan Aksesibilitas Serta Sarana Dan Prasarana Pendukung Bagi Wisatawan Di Daerah Wisata Pantai Pasir Putih, Desa Prasi, Kecamatan Karangasem. Jurnal Pendidikan
Geografi Undiksha, 3(3).
Yuvensius, P., Kartikawati, S. M., & Prayogo, H. Potensi Daya Tarik Objek Wisata Air Terjun Dait Di Desa Sekendal Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. Jurnal Hutan
Lestari, 5(4).
Zalukhu, I. E. E., & Wipranata, I. Penataan
Kawasan Pariwisata Air Terjun Humogo. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur
(Stupa), 2(1), 1201-1214.










