ANALISA KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR DI KAWASAN PERBATASAN INDONESIA DAN TIMOR LESTE (DESA ASUMANU,TOHE DAN MAUMUTIN)
DOI:
https://doi.org/10.36456/jpb.v1i1.2662Keywords:
Infrastruktur, Kawasan Perbatasan, SaranaAbstract
Abstrak
Kawasan perbatasan bernilai strategis dalam keberhasilan pembangunan nasional dan peningkataan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Tujuan yang ingin dicapai adalah bagaimana melihat tingkat ketersediaan sarana Infrastruktur berdasarkan standar pelayanaan minimum dan tingkat pelaynana berdasarkan persepsi masyarakat yang disaringdari kuisioner mengenai kebutuhan serta keperluan ketersediaan infrastruktur di Kawasan Perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Hasil dari analisis menyatakan bahwa Tingkat ketersediaan infrastruktur dikawasan perbatasan dengan masing-masing jaringan dikategorikan sebagai berikut, untuk jaringan jalan dikategorikan tingkat ketersediaan sedang, jaringan air bersih dikategorikan tingkat ketersediaan tinggi, jaringan drainase dikategorikan tingkat ketersediaan rendah, jaringan limbah dikategorikan tingkat ketersediaan tinggi dan jaringan persampahan dikategorikan tingkat ketersediaan rendah. Selain itu, dikawasan perbatasan yang terdiri atas Desa Asumanu,Tohe dan Maumutin yang menjadi fokus dalam penelitian ini perlu adanya kebutuhan jalan, jembatan, telekominikasi air bersih, penggolahan limbah dan jaringan listrik.
Kata Kunci: Infrastruktur, Kawasan Perbatasan, Sarana
References
Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/5735/pp-no-14-tahun-2016
Anonim. (2011). Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Retrieved from http://www.bphn.go.id/data/documents/11uu001.pdf.
Fahirah, F. (2011). Identifikasi Variabel Penilaian Properti Perumahan Berdasarkan Persepsi Penghuni Perumahan. Smartek, 9(4), 257–270. Retrieved from http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/download/893/711
Handayani, K. D., & HS, M. S. (2016). Tingkat Kesesuaian Prasarana Jaringan dan Lingkungan Perumahan di Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya. Jurnal Teknik Waktu, 14(1), 15–22. Retrieved from http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/03
Harianto, F., & Prasetyo, F. A. (2010). Analisis Tingkat Kepuasan Penghuni Rumah Di Perumahan Puri Surya Jaya Gedangan Sidoarjo. Seminar Nasional VI Teknik Sipil ITS Surabaya, C125–C132. Retrieved from http://jurnal.itats.ac.id/wp-content/uploads/2013/06/Analisis-Tingkat-Kepuasan-Penghuni-Rumah-Di-Perumahan-Puri-Surya-Jaya-Gedangan-Sidoarjo.pdf.
Harminingtayas, R. (2012). Analisis Faktor Pelayanan, Fasilitas, Promosi dan Lokasi Terhadap Kepuasan Penghuni Perumahan Permata Puri Ngalian Semarang. Jurnal Stie Semarang, 4(3), 1–8. Retrieved from http://jurnal3.stiesemarang.ac.id/index.php/jurnal/article/view/155/126
Niswah, K. (2015). Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Kualitas Fisik Bangunan Permukiman di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Geo-Image Unnes, 4(2), 20-26. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/article/view/7283.
Pratikto, H. H. (2008). Preferensi Konsumen Perumahan Terhadap Kondisi Fisik dan Ketersediaan Infrastruktur Di Wilayah Kecamatan Gunungpati (Tesis). Universitas Diponegoro Semarang. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/17536/.










