CEDERA OLAHRAGA YANG TERJADI PADA OLAHRAGAWAN BULUTANGKIS
Abstract
Bulutangkis adalah olahraga permainan yang dilakukan dengan intensitas tinggi, sehingga olahragawan atlet pebulutangkis dituntut untuk dapat melakukan gerakan-gerakan eksplosif dan lincah seperti meloncat untuk smash, melenting untuk menerima bola lob dan tiba-tiba membungkuk saat menerima dropshot dengan istirahat yang sangat singkat (Kroner et al,1990, Mills 1977). prinsip pengobatan pada kondisi akut mempunyai program yang sangat terkenal yaitu RICE, R:, Rest, jaringan yang terkena cidera harus diistirahatkan dalam kurun waktu tertentu agar mendapat kesempatan untuk sembuh. I: Ice, yaitu diberikannya pengobatan es dengan tujuan untuk menahan vasodilatasi (perdarahan ) dan agar terjadi vasokonstriksi (penghentian perdarahah ). C: Compression, yaitu pemberian tekanan yang rata dengan tujuan untuk mencegah pembengkakan yang berlebihan. E: Elevation, yaitu menaikkan anggota tubuh yang cedera agar dapat mengembalikan darah ke jantung Kata kunci: cedera olahraga dan olahragawanReferences
Apriantono T, Kusnaedi dkk, 2007., Epidemiologi Cedera yang Terjadi pada Olahragawan Bulutangkis, Jurnal Iptek Olahraga Vol 9 No 3 September 2907/162-170 tahun 2007
Hardianto Wibowo, 1995., Pencegahan dan penatalaksaan cedera olahraga, cetakan I EGC.
Purnawan Junadi, dkk, 1982., Kapita Selekta Kedokteran, edisi 2, penerebit Media Aesculapius fakultas kedokteran UI.
Sufitni, 2009., Cedera Pada Ekstremitas Superior, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, www.library.usu.ac.id
Sudarsono., Nani Cahyani, 2003., Cedera Latihan dan Usaha Pencegahannya,disampaikan dalam Pendidikan Pelatih Dasar KJS DKI Jakarta Angkatan IV, 2 Maret 2003.
Werner Spalteholz, 2005., Hand Atlas Of Human Anatomy, seven edition in English. JB Lippincott Company.
Werner Kahle, 1990., Atlas Dan Buku Teks Anatomi Manusia, cetakan I, EGC Pencegahan dan Penatalaksanaan Cedera Olahraga, www. Spiritfutsal.com












