KADAR GLIKOGEN HATI SETELAH LATIHAN AEROBIK DAN ANAEROBIK

Authors

  • santika rentika hadi

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik terhadap glikogen hati. Penelitian ini menggunakan “eksperimen laboratorik†dengan rancangan penelitian “Randomised Post Test Only Control Group Designâ€. Sebagai sampel adalah tikus putih jenis wistar sejumlah 30 ekor. Sampel dibagi dalam 3 kelompok dengan cara random masing-masing kelompok 10 ekor. Kelompok eksperimen 1 diberi perlakukan latihan aerobik dengan renang secara terus menerus selama 13 menit, kelompok eksperimen 2 diberi perlakuan latihan anaerobik berupa renang secara intermiten dengan 4 set dan rasio kerja : istirahat = 1:3, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Latihan dilakukan selama 8 minggu, dengan frekwensi latihan 3 kali per minggu. Glikogen hati diperiksa secara histologis dengan menghitung jumlah sel hati yang mempunyai kandungan glikogen dengan masing-masing skornya. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, analisis varian pada taraf signifikansi 5 %, disimpulkan : (1) Latihan aerobik dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (2) Latihan anaerobik dalam penelitian ini tidak meningkatkan glikogen hati (3) Pengaruh latihan aerobik dan latihan anaerobik terhadap glikogen hati dalam penelitian ini tidak berbeda secara bermakna (p > 0,05). Kata kunci : latihan aerobik dan anaerobik, glikogen hati.

References

Anspaungh DJ, Hamrick MH, and Rosato FD, 1994. Wellnes. Toronto: Mosby Year Book Inc.

pp. 161-164

Berger RA, 1982. Applied Exercise Physiology. Philadelphia: Lea & Febiger, pp. 48-49

Brooks GA and Fahey TD, 1987. Exercise Physiology Human Bioenergetics and Its

Applications. New York : John Willey & Sons, pp. 33-87.

Fox EL, 1993. The Physiology Basis For Exercise and Sport. WCB Brown and Benchmark, pp.

-37, 296,518.

Gollnick PD, Armstrong RB, Saubert IV CW, Piehl K and Saltin B, 1972. Enzym Activity and

Fiber Composition in Skeletal Muscle of Untrained Men, J Appl Physiol. 34 (5): 615-

Guyton, 1991. Tex Books of Medical Physiology. Philadelphia: WB Sounders Company, pp.

-774.

Hanafiah KA, 1995, Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo

Persada, pp. 6-7, 187-2001.

Litvinova L, and Viru A, 1995. Effect of Post Exercise Sucrose Administration on Liver

Glycogen Repletio in Rats. Ann Nutr Metab, 39:4 203-7.

Matsuo T, Yoshioka M, and Suzuki M, 1996, Capsaicin in Diet Does Not Effect Glycogent

Content in The Liver and Skeletal Muscle of Rats Befor and After Exercise, J Nutr Sci

Vitaminol. Tokyo: Jun 42:3 234-256.

Medbo JL, 1993. Glycogen Breakdownand Lactat Accumulation During High Intensity Cycling,

Acta Physiol. Scand, 149:85-89.

Pate RR, Mc Clenenghan B, and Rottela R, 1984. Scientific Fundation of Coaching.

Philadelphia: sounders Collage Publishing, pp. 179, 217,301-305.

Tambajong J, 1995. Sinopsis Histologi, Jakarta: Buku Kedokteran EGC, pp. 141-146.

Published

2015-11-01

How to Cite

KADAR GLIKOGEN HATI SETELAH LATIHAN AEROBIK DAN ANAEROBIK. (2015). Jurnal Ilmiah Adiraga : Jurnal Penelitian Olahraga, 1(1). https://jurnal.unipasby.ac.id/adi_raga/article/view/186