Konsep Negara Integral Soepomo dan Relevansinya pada Penerapan Konstitusi di Indonesia Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.36456/p.v5i1.9839Keywords:
Konstitusi, Negara Integralistik, SoepomoAbstract
Sengketa Pemilu 2024 dimulai dari problem kesepakatan MK terkait usia Calon Presiden. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan atas kerja dasar dari Mahkamah Konstitusi dalam menjalankan konstitusi di Indonesia apakah sudah diterapkan secara baik atau tidak. Pada prinsipnya, Mahkamah Konstitusi sendiri menjadi penting dalam menjalankan sistem ketatanegaraan. Selain itu, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi pengawal konstitusi, sehingga baik buruknya konstitusi di Indonesia sangat dipengaruhi kinerja Mahkamah Konstitusi. Mahkamah konstitusi merupakan gerbang terakhir dalam penegakan hukum di negara. Konstitusi, selain itu juga menjadi kerangka masyarakat politik yang terorganisir oleh tata hukum di suatu negara. Fenomena perubahan mendadak aturan konstitusi saat ini dianggap sebagai bola panas yang sering kali dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan menggunakan pendekatan filsafat untuk mendapatkan jawaban kritis terhadap fenomena perubahan konstitusi. Peneliti menggunakan metode Hermeneutika guna menginterpretasikan pola kepentingan terhadap perubahan konstitusi. Selain itu, peneliti juga menggunakan unsur-unsur metodis yaitu deskriptif digunakan untuk menulis kembali konteks dan juga konsep yang disampaikan. Kemudian interpretatif digunakan untuk mampu merespons fenomena konstitusi saat ini dengan telaah Negara Integralistik dari Soepomo. Selanjutnya analisis historis yang digunakan sebagai peninjauan ulang sejarah konstitusi yang terjadi di Indonesia. Negara integralistik sebagai konsep yang menekankan partisipasi seluruh warga negara dalam membangun persatuan dan kedaulatan bangsa, yang tercermin dalam Pancasila sila ketiga dan diterapkan dalam konstitusi Indonesia melalui peran penting Mahkamah Konstitusi dalam menjaga kredibilitas dan kemurnian konstitusi.
Downloads
References
Alfath, T. P., Salman, R., & Sukardi, S. (2020). Derivasi Konsep Negara Kepulauan Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bina Hukum Lingkungan, 4(2), 216-235. http://dx.doi.org/10.24970/bhl.v4i2.101
Anggyamurni, V. S., Salsabilah, Y. R., & Salsa, E. D. (2020). Konstitusi dalam Praktik Ketatanegaraan di Indonesia. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 23(2), 427-444. https://doi.org/10.15642/alqanun.2020.23.2.427-444
Aritonang, D. M. (2013). Peranan dan Problematika Mahkamah Konstitusi (MK) dalam Menjalankan Fungsi dan Kewenangannya. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 10(3), 373-389. https://doi.org/10.31113/jia.v10i3.16
Darmodiharjo, D. (1995). Cinta Negara Integralistik Indonesia Dalam Undang-Undang Dasar 1945. Era Hukum, 3, 1-11. https://doi.org/10.24912/era%20hukum.v2i1.5133
Dewi, N. M. N. (2020). Perlindungan terhadap identitas konstitusi indonesia. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 2(1), 21-37. https://doi.org/10.23920/jphp.v2i1.265
Fachrurrozi, M. (2020). Tinjauan Yuridis Terhadap Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Pembubaran Partai Politik. BULETIN KONSTITUSI, 1(1). https://doi.org/10.30596/konstitusi.v1i1.5508
Gumilar, A. T. (2024). Pembinaan Kesadaran Berkonstitusi Warga Negara Melalui Pendidikan Konstitusi di Pusdik Pancasila dan Konstitusi. Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 4(1), 24–31. https://doi.org/10.56393/nomos.v4i1.2287
Hakim, L. (2023). Kinerja Birokrasi Aparat Pemerintahan Di Kantor Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur. PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(2), 101-112. https://doi.org/10.36456/p.v3i2.8202
Huroiroh, E., & Fauzi, M. (2022). Konsep Negara Federasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 2(1), 18-41. https://doi.org/10.15642/sosyus.v2i1.149
Ilmar, A. (2014). Hukum Tata Pemerintahan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Indonesia Corruption Watch. (2024). “Rilis Media: Kecurangan Pemilu 2024”. Website. https://antikorupsi.org/id/kecurangan-pemilu-2024-temuan-pemantauan-dan-potensi-kecurangan-hari-tenang-pemungutan-penghitungan
Jimly, A., Saleh, A. R., Asy’ari, H., Santoso, A. (2015). Soepomo : Pergulatan Tafsir Negara Integralistik Biografi Inteklektual, Pemikiran Hukum Adat, dan Konstitusionalisme (Cetakan 1). Yogyakartya: Thafa Media.
Kaelan. (2005). Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta: Paradigma.
Khalid, A. (2014). Penafsiran hukum oleh hakim dalam sistem peradilan di Indonesia. Al-Adl: Jurnal Hukum, 6(11). http://dx.doi.org/10.31602/al-adl.v6i11.196
Kherid, M. N., & Wisnaeni, F. (2018). Pluralism Justice System Dalam Penyelesaian Masalah Kebebasan Beragama. Masalah-Masalah Hukum, 48(4), 385-392. https://doi.org/10.14710/mmh.48.4.2019.385-392
Konradus, D. (2016). Politik hukum berdasarkan konstitusi. Masalah-Masalah Hukum, 45(3), 198-206. https://doi.org/10.14710/mmh.45.3.2016.198-206
Lailam, T. (2021). Problem dan Solusi Penataan Checks and Balances System dalam Pembentukan dan Pengujian Undang-Undang di Indonesia (Problem and Solutions for Arranging of The Checks and Balances System in The Process of Making Law and Constitutional Review in Indonesia). Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 12(1), 123-142. http://dx.doi.org/10.22212/jnh.v12i1.1721
Marzuqoh, A. A. (2020). Prinsip Akuntabilitas Dalam Pemilihan Hakim Konstitusi. Jurist-Diction, 3(4), 1373–1396. https://doi.org/10.20473/jd.v3i4.20211
Mawalidin, J. (2021). Konsistensi Konstitusi Indonesia Dalam Pelaksanaan Judicial Review Undang-Undang. Politica: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Politik Islam, 8(1), 43-63. https://doi.org/10.32505/politica.v8i1.3073
MK RI. (2010). Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
Munthe, A. K., Falah, A. S., Sihotang, A. S., Dalimunthe, A. K., Khairiyah, A., Amalia, D. R., Purba, G. R., Sembiring, R. K., Rezeki, S. A., & Sulastri, T. (2023). Perjalanan dan Problematika Konstitusi di Indonesia. Jurnal Educandumedia, 02(01). https://doi.org/10.61721/educandumedia.v2i1.196
Nuna, M., & Moonti, R. M. (2019). Kebebasan Hak Sosial-Politik Dan Partisipasi Warga Negara Dalam Sistem Demokrasi Di Indonesia. Jurnal Ius Constituendum, 4(2), 110–127. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1652
Nurita, R. F., & Sugiarto, L. (2018). Pandangan Negara Integralistik sebagai Dasar Philosofische Gronslag Negara Indonesia. Jurnal Cakrawala Hukum, 9(1), 59–67. https://doi.org/10.26905/idjch.v9i1.1986
Padang, K., & Surajiman, S. (2022). Penegakan Hukum Pelanggaran Hak Asasi Manusia Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Studi Kasus: Perusakan Masjid Ahmadiyah di Kab. Sintang, Prov. Kalimantan Barat). Journal of Islamic and Law Studies, 6(1). https://doi.org/10.18592/jils.v5i2.5796
Rahma, A. A., Oktaviani, A. A., Hofifah, A., Ahda, T. Z., & Nugraha, R. G. (2022). Pengaruh dinasti politik terhadap perkembangan demokrasi Pancasila di Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 2260-2269. https://doi.org/10.31316/jk.v6i1.2966
Safriani, A. (2019). Komparasi Konstitusi Negara Modern antara Indonesia dan Korea Selatan. Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab, 1(2). https://doi.org/10.24252/mh.v1i2.11647
Santoso, M. A. (2013). Perkembangan Konstitusi Di Indonesia. Yustisia, 2(3). https://doi.org/10.20961/yustisia.v2i3.10168
Sartono, K. E. (2009). Kajian Konstitusi Indonesia Dari Awal Kemerdekaan Sampai Era Reformasi. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 9(1), 18126. http://dx.doi.org/10.21831/hum.v9i1.3786
Seran, M., & Setyowati, A. M. W. (2022). Problem dan Prospek Amandamen Konstitusi. Jurnal Pemberdayaan Hukum, 2(1). https://www.lppmfatimaparepare.org/index.php/JPH/article/view/85
Setiadi, E. (2018). Peranan Soepomo Dalam Merumuskan Konsep Dasar Kenegaraan Indonesia. (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten). http://repository.uinbanten.ac.id/3142/
Siregar, A. (2000). Media pers dan negara: Keluar dari hegemoni. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(2), 171-196. https://doi.org/10.22146/jsp.11119
Siregar, R. A., Marta, N., & Yanuardi, M. H. (2021). Soepomo di Dunia Pers: Kiprahnya dalam Majalah Mimbar Indonesia (1947-1958). Historiography: Journal of Indonesian History and Education, 1(4), 494–505. https://doi.org/10.17977/um081v1i42021p494-505
Soegito, A. T. (1980). Prof. Mr. Dr. R. Supomo. Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sriwijayanti, A. R., Prastino, M. D., Anjelli, S., & Irawan, A. D. (2022). Konsep dan Komitmen Pemberantasan Korupsi. PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(2), 91-106. https://doi.org/10.36456/p.v2i2.6911
Sudrajat, A. (2016). Demokrasi Pancasila dalam Perspektif Sejarah. Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah, 8(1). http://dx.doi.org/10.21831/moz.v8i1.10763
Sugianto, F., & Budiarsih, B. (2018). Penguatan institusi kedaulatan rakyat sebagai implementasi demokrasi Pancasila. Dalam SEMINAR NASIONAL CALL FOR PAPER & PENGABDIAN MASYARAKAT (Vol. 1, No. 01). https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/semnasuntag/article/view/1697
Suteki, S. (2022). Hegemoni Oligarki dan Ambruknya Supremasi Hukum. CREPIDO, 4(2), 161-170. https://doi.org/10.14710/crepido.4.2.161-170
Tambunan, A. S. (1999). Demokrasi Indonesia dan Citanegara Integralistik. Unisia, 53-67. https://doi.org/10.20885/unisia.v0i39.5741
Yamin, M. (1959). Naskah Persiapan Undang-undang Dasar 1945. Jakarta: Yayasan Prapantja.
Yudiansyah, F., Rika, E., Sari, L., Hidayat, T. W., & Yana, Y. (2024). Perkembangan Konstitusi di Indonesia Melalui Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penegakan Hukum Konstitusi di Kaji Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi. Jembatan Hukum: Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, 1(2), 223-237. https://doi.org/10.62383/jembatan.v1i2.273
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agus Sutono, Fuad Noorzeha, Supriyono Purwosaputro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The copyright is fully held by the article Author in PACIVIC: Journal of Pancasila and Civic Education













