PELATIHAN TATA RIAS FANTASI BERSAMA ANAK PENDERITA KANGKER DENGAN LION CLUB SURABAYA KENCANA
DOI:
https://doi.org/10.36456/y08ywp80Keywords:
Tata rias fantasi, Anak penderita kanker, SurabayaAbstract
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memiliki fungsi strategis dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anak penderita kanker merupakan kelompok yang sangat rentan, baik secara fisik maupun psikologis, akibat proses pengobatan jangka panjang yang sering menimbulkan rasa lelah, jenuh, kecemasan, hingga penurunan motivasi. Kondisi tersebut memerlukan pendampingan yang bersifat rekreatif, edukatif, serta mendukung aspek psikososial. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah melalui tata rias fantasi yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menjadi media ekspresi seni, kreativitas, serta sarana terapi psikologis. Rumusan masalah kegiatan ini mencakup: (1) bagaimana merancang dan melaksanakan kegiatan tata rias fantasi bagi anak penderita kanker; (2) bagaimana kegiatan ini berperan dalam meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anak; dan (3) bagaimana bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan organisasi sosial dalam mendukung keberhasilan program. Tujuan kegiatan adalah memberikan pengalaman rekreatif-edukatif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat sinergi dengan mitra sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif dengan sasaran anak penderita kanker binaan Lion Club Surabaya Kencana. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Maret 2025 di Grand City Surabaya melalui tahapan observasi, perancangan, pelaksanaan, pendampingan psikososial, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa anak berpartisipasi aktif, mengekspresikan kreativitas, serta mengalami peningkatan suasana emosional positif. Orang tua menyampaikan respon baik, sementara kolaborasi dengan mitra berjalan efektif. Dengan demikian, kegiatan ini berfungsi sebagai media rekreatif-edukatif yang mampu meningkatkan kualitas psikososial anak penderita kanker sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
References
Hidayat, R. (2021). *Seni sebagai media ekspresi dan terapi psikologis bagi anak*. Jurnal Pendidikan Seni, 9(2), 145–156.
Sari, D. A. (2020). *Kolaborasi lintas sektor dalam penguatan program pengabdian masyarakat*. Jurnal Abdimas Nusantara, 3(1), 25–34.
Wahyuni, S. (2019). *Peran aktivitas kreatif dalam meningkatkan motivasi anak penderita penyakit kronis*. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 8(1), 33–42.
Yuliani, T. (2022). *Pendekatan psikososial bagi anak dengan penyakit kronis: Perspektif intervensi berbasis komunitas*. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 201–210.










