KOLABORASI GENERASI MUDA DALAM MENJAGA JATI DIRI KEBANGSAAN DI ERA DIGITAL

Authors

  • Suyono Suyono Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Dwi Retnani Srinarwati Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Ermelinda Wamul Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Flaviana Pratiwi Jewarut Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/44p0a181

Keywords:

Generasi muda, Kebangsaan, Literasi digital, Kerja sama, Jati diri bangsa

Abstract

Era digital membawa perubahan besar dalam cara berpikir, bertindak, dalam berinteraksi antara warga, khususnya generasi muda. Arus globalisasi informasi yang cepat berpotensi mengikis nilai- nilai kebangsaan kalau tidak diimbangi dengan kesadaran identitas nasional. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidoarjo, dengan tujuan menguatkan jati diri kebangsaan melalui literasi digital kolaboratif. Peserta kegiatan terdiri atas pelajar SMA, mahasiswa, serta komunitas pemuda. Tata cara aktivitas mencakup pelatihan literasi digital, dialog nilai kebangsaan, serta kerja sama pembuatan konten positif berjudul nasionalisme. Hasil aktivitas menampilkan kenaikan pemahaman peserta terhadap etika digital, semangat persatuan, serta kreativitas digital bernuansa kebangsaan. Kegiatan ini menampilkan perpaduan antara literasi digital dan nilai Pancasila yang mampu menguatkan kepribadian generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi. 

References

APJII. (2024). Laporan Survei Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia Tahun 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Continuum.

Hidayat, A. (2021). Etika Digital di Era Disrupsi Informasi. Jakarta: Kencana.

Heryanto, A. (2021). “Identitas Kebangsaan Generasi Milenial dalam Arus Digitalisasi.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(3), 211–220.ed.).SAGE.

Kaelan. (2018). Pendidikan Pancasila: Perspektif Historis, Filosofis, dan Aktualisasi. Yogyakarta: Paradigma.

Kementerian Kominfo RI. (2022). Literasi Digital Indonesia 2022. Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory Action Research: Communicative Action and the Public Sphere. In N. Denzin & Y. Lincoln (Eds.), Handbook of Qualitative Research (3rd ed.). SAGE

Lestari, M. (2020). “Jati Diri Bangsa dalam Perspektif Globalisasi.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 211–223.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE.

Nasrullah, R. (2020). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Rachman, F. (2022). “Identitas Digital dan Nasionalisme Remaja di Indonesia.” Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(2), 145–162.

Rahmawati, D. (2021). “Perpustakaan Digital dan Literasi Kebangsaan di Kalangan Pelajar.” Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 10(1), 55–70.

Rohman, A. (2021). Literasi Digital untuk Generasi Milenial. Surabaya: Pustaka Cendekia.

Santoso, I. (2023). “Kolaborasi Digital sebagai Strategi Pembinaan Karakter Kebangsaan.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendekia, 5(1), 67–80.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta

Setiawan, D. (2019). Generasi Milenial dan Tantangan Karakter Bangsa. Jakarta: Rajawali Pers.

UNESCO. (2023). Digital Literacy for Sustainable Development. Paris: UNESCO Publishing.

Wahyudi, A. (2020). “Pendidikan Kebangsaan di Era Digital: Tantangan dan Peluang bagi Generasi Milenial.” Jurnal Civic Education, 8(2), 115–124.

Downloads

Published

2026-01-24