PELATIHAN PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK DENGAN APE BERBASIS KERTAS LIPAT BAGI KOMUNITAS PRAKTISI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK WILAYAH SURABAYA 2
DOI:
https://doi.org/10.36456/pancasona.v2i1.6878Keywords:
perkembangan kreativitas, kertas lipat, APEAbstract
Era digital membuat anak-anak lebih suka bermain gadget daripada permainan yang melibatkan gerak motorik kasar dan halus. Seni lipat kertas (origami) merupakah satu kegiatan belajar dan bermain yang mampu menstimuli perkembangan motorik halus anak. Keuntungan lain kegiatan origami adalah meningkatkan kreativitas anak, merangsang motorik halus anak, dan menyenangkan. Namun sayangnya, kegiatan ini jarang dikembangkan di TK atau RA. Prodi PG-PAUD UNIPA Surabaya bermaksud melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) untuk melatih kreativitas guru TK/RA. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan guru TK dan RA di Komunitas Program Sekolah Mobilisasi Daerah Wilayah 2 Surabaya terkait dengan penumbuhan kreativitas dan keterampilan origami untuk anak usia dini. Jumlah peserta PPM adalah 50 orang. Metode pembelajaran yang digunakan melalui ceramah, demonstrasi, dan latihan. Dampak kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan origami peserta workshop untuk menumbuhkan kreativitas anak usia dini. Respon positif juga diberikan oleh peserta workshop dan berharap agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala dan lebih luas jangkauannya di luar surabaya.References
Anisah, N. (2009). Mahir Membuat Origami Bentuk Binatang. DeMediah.
Cllaudia, E. S., Wdiastuti, A. A., & Kurniawan, M. (2018). Origami Game for Improving Fine Motor Skills for Children 4-5 Years Old in Gang Buaya Village in Salatiga. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 143. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.97
Daryanto, D. (2009). Demostrasi Sebagai Metode Belajar. Depdikbud.
Guslinda, G., & Kurnia, R. (2018). MEDIA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI. CV. Jakad Publishing.
Hayati, S. N., & Putro, K. Z. (2021). BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK USIA DINI. 4.
Hurlock, E. B. (2013). Perkembangan Anak, jilid 1. Erlangga.
Ismail, A. (2006). Education Games, Menjadi cerdas dan ceria dengan Permainan Edukatif. Pilar Media.
Munandar, U. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Rineka Cipta.
Rahim, N. A., Musi, M. A., & Rusmayadi, R. (2020). PENGARUH KEGIATAN MOZAIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK PADA KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK NUSA MAKASSAR. TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 15. https://doi.org/10.26858/tematik.v6i1.14434
Rut, N., Gaol, R. L., Abi, A. R., & Silaban, P. (2020). PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK SD. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 6(2), 449–455. https://doi.org/10.31949/educatio.v6i2.568
Sugiyono, S. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sundari, R., & Zahro, F. (2021). Peningkatan Kreativitas Melalui Pelatihan Finger Painting Bagi Guru PAUD. Journal of Early Childhood and Character Education, 1(1), 73–90. https://doi.org/10.21580/joecce.v1i1.6610
Tiasari, N. A., & Ashshidiqi, A. (2020). PENERAPAN KEGIATAN ORIGAMI DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN. Pelita PAUD, 5(1).










