ANALISIS CARBON FOOTPRINT YANG DIHASILKAN DARI AKTIVITAS RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LIMBUNGAN BARU KOTA PEKANBARU

Authors

  • Aryo Sasmita Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Author
  • Jecky Asmura Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Author
  • Ivnaini Andesgur Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.36456/waktu.v16i1.1494

Keywords:

Carbon footprint, Emisi CO2, Rumah Tangga, Energi Listrik, Bahan Bakar Fosil

Abstract

Tingginya tingkat kepadatan penduduk di Kelurahan Limbungan Baru memiliki potensi sebagai salah satu penyumbang emisi CO2 ke atmosfer. Emisi CO2 dari aktifitas rumah tangga dibagi menjadi emisi CO2 primer dan sekunder. Emisi CO2 primer berasal dari penggunaan bahan bakar di rumah tangga, sedangkan adalah emisi CO2 sekunder yang dihasilkan dari penggunaan alat-alat listrik di rumah tangga. Data primer diperoleh dari survey dengan melibatkan 98 responden dan data sekunder yaitu peta wilayah, data demografi, dan data daya listrik. Variabel penelitian ini yaitu jumlah bahan bakar LPG
dan minyak tanah, dan daya listrik yang terpasang di rumah tersebut. Perhitungan emisi CO2 dilakukan dengan menggunakan metode IPCC 2006. Total emisi CO2 dari kegiatan rumah tangga di Kelurahan Limbungan Baru adalah sebesar 2.194,614 ton CO2/bulan, dimana emisi CO2 primer adalah sebesar 185,535 ton CO2/bulan dan emisi CO2 sekunder adalah sebesar 2.009,089 ton CO2/bulan.

References

Astari, R. G. 2012. Studi Jejak Karbon dari Aktivitas Permukiman di Kecamatan Pademangan Kotamadya Jakarta Utara.Skripsi. Universitas Indonesia.

Badan PusatStatistik Kota Pekanbaru. 2017. Kecamatan Rumbai Pesisir dalam Angka 2017.

Husein, U. 2005. Teknik Sampling. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

IPCC. 2006. Energy Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories, Vol. 2. Switzerland: Intergovernmental Panel on Climate Change

IPCC. 1996. The emission factors for natural gas are from IPCC Tier 1 default emission factors

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. 2016. Faktor Emisi Gas Rumah Kaca Sistem Interkoneksi Tahun 2014.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2012. www.esdm.go.id/departemen-energi-dan-sumber-daya-mineral.html. Diakses 07 September 2017

Pradiptyas, D. 2011. Analisis Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Penyerap Emisi CO2 di Perkotaan Menggunakan Program STELLA (Studi Kasus: Surabaya Utara dan Timur). Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Puri, R. A.2011. Kajian Emisi CO2 berdasarkan Tapak Karbon Sekunder daro kegiatan Non Akademik di ITS Surabaya. T.Lingkungan FTSP-ITS

Sasmita, Aryo., and Reza, Muhammad. 2017. Prediction of Carbondiocide Emissions from Crude Palm Oil Industry case study: PT.X in Kampar Regency of Riau Province. Proceeding of International Conference On Oleo and Petrochemical Engineering (ICOOPChE) 2017

Wiratama, I. G. 2015. Jejak Karbon Konsumsi LPG dan Listrik pada Rumah Tangga di Kota Denpasar Bali.Tesis Program Pascasarjana, Universitas Udayana.

Wulandari, M. T. 2013. Kajian Emisi CO2 Berdasarkan Penggunaan Energi RumahTangga Sebagai Penyebab Pemanasan Global(Studi Kasus Perumahan Sebantengan, Gedang Asri, Susukan RW 07 Kab. Semarang. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 2013, Universitas Dipenogoro, Semarang, ISBN 978-602-17001-1-2

Wuryandari, G. 2016. Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Lingkungan Hidup. Jakarta: Lipi Press Jakarta 2013 No. ISBN. 978-979-799-722-9

Published

2018-04-14

How to Cite

ANALISIS CARBON FOOTPRINT YANG DIHASILKAN DARI AKTIVITAS RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LIMBUNGAN BARU KOTA PEKANBARU. (2018). WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 16(1), 96-105. https://doi.org/10.36456/waktu.v16i1.1494