ANALISIS SISTEM KERJA OUTSOURCING PADA TENAGA KERJA DI INDONESIA

 Abstract views: 115 ,  downloads: 43 downloads: 19
  • widhayani puri setioningtyas Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Abstrak

Persaingan dalam dunia bisnis yang semakin meningkat membuat perusahaan lebih berkonsentrasi pada rangkaian proses atau aktivitas penciptaan untuk dapat menghasilkan produk dan jasa yang memiliki kualitas dan daya saing di pasaran. Menghadapi iklim persaingan yang ketat, perusahaan berusaha untuk melakukan efisiensi biaya produksi salah satunya dengan menggunakan sistem outsourcing khususnya dalam membiayai tenaga kerja di perusahaan (www.pikiran-rakyat.com). Outsourcing dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia diartikan sebagai pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (pasal 64.65, dan 66), Pada hakikatnya outsourcing dibuat untuk dapat mengakomodir kepentingan pengusaha dan melindungi kepentingan pekerja. Namun dalam prakteknya, terdapat banyak penyimpangan yang dilakukan oleh perusahaan pengguna jasa maupun perusahaan outsourcing yang pada akhirnya merugikan pekerja outsourcing. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang beberapa efek outsourcing terhadap tenaga kerja di Indonesia sehingga ke depannya para pekerja dapat memiliki pemikiran yang bijak terkait dengan perusahaan outsourcing.

 

Kata Kunci : Outsourcing, Tenaga kerja, Sistem Kerja Outsourcing, Efek Outsourcing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Greaver, M. F.1999. Strategis Outsourcing : A Structured Approach to Outsourcing Decisions and Initiative.

Indrajit, RE dan Richardus Djokopranoto.2003. Proses Bisnis Outsourcing. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Jehani Libertus,2008 Hak-Hak Karyawan Kontrak, Forum sahabat, Jakarta, 2008:1-2)

Komang, P dan Agus, EM, 2008. Outsourcing Versus Serikat Kerja. BPFE: Yogyakarta.

Kusumandaru, KB. 2004. Karl Marx, Revolusi dan Sosialisme : Sanggahan terhadap Frans Magnis Suseno, Magelang : Resist Book.

Nugroho, Y. 2004. “Menyoal Kebijakan Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja” (Scrutinising Labour Market Flexibility Policy). Working Paper, PKAT (East Asia Research Centre), Atmajaya Catholic University. Jakarta: PKAT.

Pelaporan dokumen tentang pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang diatur pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : 220/MEN/X/2004 Tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan

Ritzer, G. Dan Douglas, J.G. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : Kencana Predana Media Group

Saptorini, I., dan Suryomenggolo, J., 2007. Kekuatan Sosial dan Serikat Buruh : Putaran Baru dalam Perjuangan Menolak Outsourcing. Jakarta : Trade Union Right.

Undang-Undang No.13  Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Pasal 64,65,66.

www.breath4justice.wordpress.com, 2009. Sejarah Outsourcing. Diakses 19 Juni 2016.

www.fes.or.id. Ringkasan Eksekutif : Praktek Kerja Kontrak dan Outsourcing Buruh di Sektor Industri Metal di Indonesia. Diakses 19 Juni 2016.

www.menjadiwirausaha.com. Lima Kekurangan Menjadi Karyawan Outsourcing. Diakses 19 Juni 2016.

www.nakertrans.go.id, 2005. Muzni Tambusai, Pelaksanaan Outsourcing ditinjau dari aspek hukum ketenagakerjaan tidak mengaburkan hubungan industrial. Diakses 20 Juni 2016.

www.pikiran-rakyat.com, Wirawan, Rubrik Hukum Teropong : Apa yang dimaksud dengan outsourcing? . Diakses 21 Juni 2016.

www.sinarharapan.co.id. , 2003. Asi HG. Pekerjaan Waktu Tertentu dan Outsourcing. Diakses 20 Juni 2016

Yayan Hernayanto, Corporate Legal, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, 4 Agustus 2006. Informasi mengenai pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain.

Published
2016-11-25
How to Cite
setioningtyas, widhayani puri. (2016). ANALISIS SISTEM KERJA OUTSOURCING PADA TENAGA KERJA DI INDONESIA. Majalah Ekonomi, 21(1 Juli), 79. Retrieved from http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/majalah_ekonomi/article/view/321
Section
Artikel