Pengaruh Variasi Jumlah Perekat Tepung Tapioka terhadap Nilai Kalor Briket dari Arang Ampas Tebu Kuning dan Ampas Tebu Hitam

Authors

  • naufal nur hidayatullah Universitas Malahayati Author
  • Atmono Universitas Malahayati Author
  • Sulastri Universitas Malahayati Author

DOI:

https://doi.org/10.36456/3kcdgp12

Keywords:

briket arang, tebu kuning, tebu hitam, tepung tapioka, nilai kalor

Abstract

Indonesia menghasilkan ampas tebu dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang bernilai ekonomi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah perekat tepung tapioka terhadap nilai kalor dengan menggunakan bahan baku ampas tebu kuning dan ampas tebu hitam. Metode yang digunakan true experiment dengan variasi jumlah perekat tepung tapioka yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Proses pembuatan briket meliputi: pengeringan, karbonisasi, penggilingan, pengayakan, pencampuran dan pencetakan. Briket dicetak berbentuk kubus dengan diameter 2,5cm × 2,5 cm. Pengepresan menggunakan alat hidrolik manual dengan dongkrak 3 ton dan pressgauge. Pengeringan briket memakai oven listrik pada suhu 90°C selama 1,5 jam. Pengujian nilai kalor menggunakan alat bomb calorinmeter sesuai standar ASTM D 5865-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi perekat 10% menghasilkan briket dengan kualitas fisik terbaik, tidak mudah pecah dan hancur serta nilai kalor briket arang tebu kuning sebesar 4121,62 Cal/g dan arang tebu hitam sebesar 5053,5 Cal/g. 

References

[1] E. Marsoro, “Statistik Tebu Indonesia 2023,” in Badan Pusat Statistik, Jakarta, 2024, p. 104.

[2] A. Firmansyah, W. Zamrudy, and E. Naryono, “Studi Kelayakan Pemanfaatan Limbah (Blotong, Ampas Tebu, Tetes) Sebagai Biobriket,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 9, no. 3, pp. 303–317, Sep. 2023, doi: 10.33795/distilat.v9i3.3798.

[3] A. S. D. Saptati, N. Hidayati, S. Kurniawan, N. W. Restu, and B. Ismuyanto, “Potensi Ampas Tebu Sebagai Alternatif Bahan Baku Pembuatan Karbon Aktif,” NATURAL, vol. 3, no. 4, 2016, doi: http://dx.doi.org/10.21776/ub.natural-b.2016.003.04.8.

[4] W. Deglas and F. Fransiska, “Analisis Perbandingan Bahan Dan Jumlah Perekat Terhadap Briket Tempurung Kelapa Dan Ampas Tebu,” Teknol. Pangan Media Inf. dan Komun. Ilm. Teknol. Pertan., vol. 11, pp. 72–78, Mar. 2020, doi: 10.35891/tp.v11i1.1899.

[5] M. Z. P. Tarigan, S. Bahri, R. Mulyawan, Jalaluddin, and A. Muarif, “Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu Untuk Pembuatan Arang Briket Dengan Menggunakan Bahan Perekat Lem Dan Tepung Beras Ketan,” Chem. Eng. J. Storage, vol. 3, no. 6, pp. 798–809, 2023, doi: https://doi.org/10.29103/cejs.v3i6.11572.

[6] L. Sulistyaningkarti and B. Utami, “Pembuatan Briket Arang Dari Limbah Organik Tongkol Jagung Dengan Menggunakan Variasi Jenis Dan Persentase Perekat,” JKPK (Jurnal Kim. Dan Pendidik. Kim., vol. 2, no. 1, pp. 43–53, 2017, doi: 10.20961/jkpk.v2i1.8518

[7] A. Muriyani, E. Wardenaar, and Y. Indrayani, “Karakteristik Briket Arang Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) Dan Serbuk Kayu Kaliandra (Calliandra Calothyrsus) Dengan Perekat Tepung Tapioka,” J. hutan lestari, vol. 11, no. 3, pp. 469–482, 2023, doi: https://doi.org/10.26418/jhl.v11i2.55109.

[8] S. Jamilatun, “Sifat-Sifat Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa ,” J. Rekayasa Proses, vol. 2, no. 2, pp. 37–40, 2008, doi: https://doi.org/10.22146/jrekpros.554.

[9] A. Saleh, “Efisiensi konsentrasi perekat tepung tapioka terhadap nilai kalor pembakaran pada biobriket batang jagung (Zea mays L.),” Teknosains Media Inf. Sains dan Teknol., vol. 7, no. 1, pp. 78–89, 2013.

[10] Y. Zarkati Kurdiawan and A. I. S. R. Juliastuti, “Thesis Tk 091383 Utilization of Rice Husk Waste Into Briquettes As an Alternative Energy Source With Carbonization and Non Carbonization Process,” Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 2014.

[11] J. Viartika, A. Shafiyya, H. S. Kusumasari, I. M. Praharsiwi, and M. Mujiburohman, “Pengaruh Kondisi Operasi dan Jenis Perekat Terhadap Karakteristik Briket Ampas Teh,” JEBT J. Energi Baru Terbarukan Pengaruh, vol. 3, no. 3, pp. 249–258, 2022, doi: 10.14710/jebt.2022.14930.

[12] A. Ismayana and M. R. Afriyanto, “Pengaruh Jenis Dan Kadar Bahan Perekat Pada Pembuatan Briket Blotong Sebagai Bahan Bakar Alternatif,” J. Teknol. Ind. Pertan., vol. 21, no. 3, pp. 186–193, 2022.

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

Pengaruh Variasi Jumlah Perekat Tepung Tapioka terhadap Nilai Kalor Briket dari Arang Ampas Tebu Kuning dan Ampas Tebu Hitam. (2026). WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 24(1), 36-44. https://doi.org/10.36456/3kcdgp12